MALANG POST - Meniru Teladan Nabi Muhammad Menyambut Ramadan

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Meniru Teladan Nabi Muhammad Menyambut Ramadan

Kamis, 16 Apr 2020, Dibaca : 2973 Kali

DALAM waktu beberapa hari lagi, bulan suci Ramadan akan tiba. Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan, momen datangnya Ramadan penuh keberkahan. Rasulullah dan para sahabatnya telah mempersiapkan diri menyambut Ramadan sejak bulan Rajab. Baik persiapan fisik dengan memelihara kesehatan, maupun persiapan rohani, yakni dengan meningkatkan ibadah-ibadah sunnah sebelum masuk Ramadan, termasuk puasa sunnah. Seperti puasa pada bulan Sya’ban.

 "Ketika datang malam pertama dari bulan Ramadan, seluruh setan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu surga dibuka hingga tidak ada satu pun pintu yang tertutup. Lalu setiap malam datang seorang yang menyeru: 'Wahai orang yang mencari kebaikan, kemarilah. Wahai orang yang mencari keburukan, menyingkirlah. Hanya Allah yang bisa menyelamatkan dari api neraka'" (HR Tirmidzi).

Dalam hadis lainnya, disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Bulan penuh berkah itu telah datang kepadamu. Pada bulan itu, Allah melimpahkan (karunia-Nya) kepadamu. Dia menurunkan rahmat, menghapuskan kesalahan-kesalahan, dan mengabulkan doa. Allah akan melipatgandakan semua kebaikanmu di bulan itu dan akan membanggakanmu di hadapan para malaikat. Maka, tampilkanlah dari diri kamu yang baik-baik. Sebab, orang yang malang adalah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah pada bulan itu" (HR ath-Thabrani).

Berkaca dari kedua hadis di atas, Ramadan sungguh menjadi bulan yang penuh berkah dan rahmat Ilahi. Istilah Ramadan sendiri berarti 'pembakaran' atau 'peleburan.' Yang biasa dibakar adalah sesuatu yang kotor, seperti sampah. Artinya, pembakaran itu bertujuan membersihakan diri kita dari kekotoran.

Ramadan berarti peleburan. Ibaratnya, suatu besi ketika dibakar seorang pandai besi akan menjadi mudah dibentuk sesuai dengan keinginan. Besi itu dapat dijadikan bahan untuk sepeda, motor, mobil, atau pesawat, dan lain sebagainya yang berfaedah bagi kehidupan.

Maka dari itu, bulan suci Ramadan hendaknya disambut dengan penuh persiapan. Inilah 30 hari lamanya kita akan membersihkan diri dari segala dosa dan maksiat. Hati kita juga akan terus ditempa untuk menjadi kian dekat kepada Allah Ta'ala.

Menyambut Ramadan juga hendaknya ingat pada momen Ramadan lalu. Ingatkan kita ketika menjalani detik-detik akhir Ramadan tahun lalu? Kita ramai berdoa dan berharap, semoga diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu Ramadan selanjutnya.

Maka sekaranglah, saatnya kita kembali serius dengan munajat itu. Mari menata hati untuk menyongsong Ramadan meskipun suasana sekarang sedang dirundung pandemi virus Corona (Covid-19). Marhaban ya Ramadan. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk beribadah dalam bulan suci nanti! (rep/ra/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net