MalangPost - Menjambret, Napi Asimilasi Dimassa

Senin, 13 Juli 2020

  Mengikuti :

Menjambret, Napi Asimilasi Dimassa

Kamis, 28 Mei 2020, Dibaca : 1545 Kali

SIDOARJO - Kali sekian mantan napi yang mendapat asimilasi, kembali  berbuat kejahatan. Seperti Petrus Salampessy (54) warga Jalan Ikan Mungsing Kelurahan Perak Barat Kota Surabaya, yang harus berurusan lagi dengan polisi. Baru 1,5 bulan bebas, dia kembali beraksi dengan menjambret kalung.
Korbannya Indrawati (40), warga Jember yang indekos di Desa Pabean Sedati, Sidoarjo. Namun belum sempat menikmati hasilnya Petrus sudahh tertangkap. Bahkan sempat menjadi bulan-bulanan warga yang geregetan dengan ulah tersangka.  


Kapolsek Sedati AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa mengatakan, aksi jambret yang dilakukan tersangka Petrus ini, bermula ketika Indrawati baru pulang dari belanja di Pasar Wisata Desa Pabean sekitat pukul 06.30 WIB.
Seusai belanja korban yang juga Pembantu Rumah Tangga (PRT) ini mengayuh sepeda anginnya pulang. “Usai belanja korban langsung pulang dengan mengendarai sepeda angin,” kata Anak Agung Gede Putra.
Saat dalam perjalanan, ada seseorang yang mendahului korban. Tidak sampai jauh, mengendara moto itu lansung balik arah. Kemudian tersangka yang mengendarai Honda Scoopy W-6502-AX lantas mendekati Indrawati. Kemudian mengambil paksa kalung yang dipakai korban. Karena tarikannya kuat, korban sampai terjatuh.


Selanjutnya korban berteriak minta tolong. Warga yang mendengar lantas mengejar pelaku yang berusaha menangkapnya. Melihat ada banyak orang yang mngejar, tersangka gugup hingga akhirnya menabrak batang bambu dan kayu bangunan yang ada di pinggir jalan.


Melihat pelaku terjatuh warga langsung menangkapnya. Warga dan pengguna jalan yang geram menghakimi pelaku. Untung saja ada anggota Polsek Sedati yang sedang patroli dan berhasil mengamankan pelaku ke Mapolsek Sedati.
Di depan petugas pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku nekat menjambret lantaran butuh uang untuk menghidupi keluarganya. “Petugas berhasil menyita barang bukti 1 kalung emas beserta liontin dan sepeda motor pelaku Honda Scoopy,” terangnya.


Lebih jauh Agung menjelaskan, pelaku Petrus merupakan residivis. Ia pernah ditahan di Lapas Trenggelek lantaran kasus perampokan. Dan tanggal 2 April 2020 kemarin pelaku bebas lantaran mendapatkan program Asimilasi. “Petrus mendapatkan asimilasi. Sudah pernah di tahan tapi tidak kapok,” imbuh mantan Kapolsek Wonoayu tersebut.(isa/but/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Jatim