MalangPost - NasDem Berpotensi Impor Figur

Rabu, 12 Agustus 2020

  Mengikuti :

NasDem Berpotensi Impor Figur

Minggu, 09 Feb 2020, Dibaca : 1503 Kali

MALANG – Partai NasDem di Kabupaten Malang, masih kesulitan mencari figur. Itu pendapat dari pengamat politik dari FISIP Universitas Brawijaya, Ahmad Imron Rozuli, SE MSi. Jelang Pilkada 2020, dia menilai partai dengan tujuh kursi di parlemen Kabupaten Malang itu, berpotensi mengimpor figur.
“Bisa jadi impor. Karena, meski NasDem cukup intens saat Pileg sehingga memiliki tujuh kursi di parlemen Kabupaten Malang, figurnya masih dicari. Kabupaten Malang ini masih membutuhkan sosok figur yang melekat di mata masyarakat,” urai Imron kepada Malang Post, Sabtu.
Figur ini penting agar politik di Kabupaten Malang berwarna. Dia mengatakan, masyarakat Indonesia, adalah pengagum figur politik. Lambang dan warna partai, tak begitu penting bagi warga Indonesia. Sosok yang dominan dalam percaturan dan kontestasi politik, lebih menarik perhatian ketimbang partai itu sendiri.
“Masyarakat kita ini masih prismatik, masih melihat figur, partai itu sendiri hanya untuk mesin politik saat kontestasi saja. Meskipun, ada juga partai yang memang memiliki kekuatan organisasi, tanpa melihat figur,” sambung Imron.
Dia pun menegaskan, bahwa ada dua kemungkinan bagi NasDem.Yakni, memakai tokoh lokal yang ada, atau malah mengimpor figur dari pengurus pusat NasDem. Jika merekom tokoh lokal, maka Imron menilai NasDem berpotensi menginisiasi koalisi gemuk, seperti yang terjadi pada Pilkada 2015, era Rendra Kresna versus Dewanti Rumpoko. Saat itu, partai pengusung dan pendukung Rendra-Sanusi terhitung koalisi gajah.
“Ketiadaan figur yang dominan saat ini, akan menjadi jembatan terjadinya kembali koalisi gemuk. Atau, sebaliknya, partai yang tidak bisa mencalonkan sendiri, akan berkoalisi, membentuk poros tengah,” terang Imron.
Sayangnya, menurut pria 45 tahun ini, politik figur yang terjadi di Kabupaten Malang, membuat semua partai saling tunggu. Situasi ini nyata terjadi, kata Imron. Jangankan NasDem, partai penguasa yaitu PKB pun masih malu-malu kucing untuk menunjukkan langkahnya di Pilkada 2020. Begitu juga, penguasa parlemen, PDIP pun masih suam-suam kuku untuk menampilkan tokoh yang bakal digadang-gadang menjadi kontestan Pilkada.
“Ini situasi saling menunggu, saling mencari momentum. Ada yang memang kencang bergerak, ada yang sengaja menunggu sembari menunggu kinerja mesin politik. Tapi, yang saya lihat, ada sosok calon yang sedang dipersiapkan oleh NasDem. Tinggal menunggu diumumkan saja,” tutup bapak dua anak tersebut.(fin/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Fino Yudistira