Ngaku Preman, Penjaga Ruko Ditangkap Bawa Sajam

Kamis, 28 Mei 2020

  Mengikuti :


Ngaku Preman, Penjaga Ruko Ditangkap Bawa Sajam

Jumat, 24 Apr 2020, Dibaca : 3102 Kali

MALANG – Video amatir yang diunggah warga di media sosial Facebook heboh dan viral pada Kamis (23/4) malam. Video berdurasi 92 detik tersebut memperlihatkan seorang pria ditangkap oleh polisi. Petugas juga terlihat mengamankan senjata tajam (sajam) dari pria tersebut.


Salah satu warga net menulis keterangan bahwa pria yang ditangkap tersebut, adalah pelaku begal yang beraksi di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru. Kapolsekta Lowokwaru, Kompol Rizky Tri Putra membenarkan kejadian tersebut. Namun disampaikan bahwa pria yang ditangkap itu bukan begal.
"Peristiwa itu memang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta sekitar pukul 19.15. Namun bukan pelaku begal, seperti yang beredar di media sosial," tegas Rizky Tri Putra.


Mantan Kapolsek Dau ini mengatakan bahwa pria yang membawa sajam tersebut bernama Syamsul Anwar, 33, warga Jalan Kembang Kertas, Kelutahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru. Ketika peristiwa tejadi, pria tersebut sedang bekerja menjaga ruko di sekitar lokasi. "Sewaktu sedang bekerja, tiba tiba di depan ruko terjadi kecelakaan dua sepeda motor," ujarnya.


Kemudian salah satu pengendara motor yang terlibat kecelakaan, berhenti dan menolong koban dengan membawanya ke pinggir ke dekat ruko yang dijaga Syamsul. Kedua pengendara motor sedang musyawarah untuk menyelesaikan kejadian kecelakaan itu secara kekeluargaan.
“Ketika itulah, dia (Syamsul, red) dating dan mengaku sebagai preman di wilayah itu, serta ikut campur masalah kecelakaan. Mungkin merasa terganggu, salah satu pengendara motor meminta Syamsul tidak ikut campur,” jelas Rizky.


Tersinggung kareena diminta pergi, Syamsul langsung naik pitam. Dia mengeluarkan sebilah pisau kecil, bermaksud untuk menakuti. Namun warga yang melihat langsung menghalau Syamsul.
Namun permasalahan tidak berhenti. Syamsul malah semakin emosi. Ia mengambil pedang dari dalam pos jaga. Kemudian sajam tersebut diacung-acungkan pada warga. Takut dengan aksi nekat Syamsul, warga lalu menghubungi polisi.


Tidak lama kemudian, polisi datang ke lokasi. Selanjutnya mengamankan Syamsul yang selanjutnya digelandang ke Mapolsekta Lowokwaru. “Kasusnya sedang kami sedang kami dalami. Sementara dia dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kedapatan membawa senjata tajam tannpa izin, dengan ancaman hukuman penjara sepuluh tahun,” tandas mantan Kapolsek Karangploso.(tea/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Amanda Egatya