Oknum Guru Ngaji Cabuli Anak 7 Kali

Jumat, 18 Oktober 2019

Senin, 09 Sep 2019, dibaca : 32109 , halim, fino

MALANG – Munif, 55, oknum guru ngaji ini telah melanggar dan mencoreng norma agama dan norma sosial. Betapa tidak, warga Jalan Panjaitan, Betek Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen ini telah berbuat tak senonoh. Yaitu menggauli Tulip (bukan nama sebenarnya). Mirisnya, perbuatan bejat itu dilakukan pelaku sebanyak tujuh kali di tempat suci. Hingga kemarin sore, polisi masih terus mengungkap kasus yang membuat emosi warga meledak-ledak itu.
Dari keterangan yang dihimpun di lapangan menyebutkan, terungkapnya ulah bejat pelaku menggauli remaja putrid yang masih  di bawah umur ini, dari  pengakuan korban kepada orang tua korban. Orang tua korban yang tidak terima akhirnya meluruk pelaku yang mengakui perbuatannya. Dia langsung digelandang ke kantor Kelurahan Penanggungan oleh warga, Jumat (6/9).
Saat berada di kantor kelurahan, pelaku mengaku telah melakukan perbuatannya tersebut sebanyak tujuh kali. Bahkan, kabarnya, pelaku juga melakukan perbuatan tak senonoh itu di areal tempat ibadah. Amarah warga yang mendengar pengakuan ini sontak meledak dan nyaris tak terkendali.
Apalagi, pelaku sudah berkeluarga dan memiliki dua anak. Serta dikenal selalu aktif dalam kegiatan ibadah. Tak heran, massa yang geram sempat ingin menghajar pelaku. Namun karena sudah ada petugas Polsek Klojen, pelaku akhirnya diamankan. Warga pun berhasil diredam. Pelaku langsung digelandang ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan secara intensif.
Tokoh masyarakat setempat yang mengawal langsung penggelandangan pelaku ke kantor polisi. Kasus ini dilimpahkan ke Satreskrim Polres Malang Kota, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH, ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa telah ada penangkapan terhadap pelaku pencabulan. Sampai saat ini, pelaku masih dalam tahanan Polres Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan mendalam. “Benar, sudah diamankan. Nanti Senin (hari ini) sekalian akan saya paparkan,” ujar Dony. Senin siang ini, Polres Malang Kota sekaligus merencanakan rilis kasus narkotika di mako Polres Makota Jalan JA Suprapto.
Sementara itu, ketua RT setempat, Slamet Bachtiar mengaku tidak tahu menahu tentang perbuatan yang dilakukan oleh warganya yang kini menjadi tersangka. “Tahu-tahu, saat sedang ada acara karang taruna, polisi datang lalu menjemput (pelaku). Saya juga datang ke kantor kelurahan. Saya sendiri juga terpukul mendengar itu,” ujar Slamet kepada Malang Post, Minggu (8/9).
Terkait sosok pria yang kini menjadi tersangka pencabulan di bawah umur dan berpotensi terkena pasal Undang-Undang Perlindungan Anak, warga hanya tahu keseharian pelaku yang aktif di bidang keagamaan. Sementara, korban dikenal pendiam dan introvert.(fin/lim)



Loading...