MalangPost - Omzet Batik Turun, Aksi Sosial Lancar

Selasa, 04 Agustus 2020

  Mengikuti :

Omzet Batik Turun, Aksi Sosial Lancar

Sabtu, 18 Apr 2020, Dibaca : 8766 Kali

PARA pelaku usaha sedang mengeluh karena situasi. Begitu juga dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Anik Puji Astuti merupakan salah satu pelaku UMKM yang berusaha tetap bertahan walau produksinya sangat minim.
Pelaku UMKM batik ini mengaku harus tetap bertahan meskipun omzetnya menurun drastis.
Sekalipun omzetnya menurun drastis, Anik tetap membantu warga. Beberapa waktu lalu ia membagikan hand sanitizer kepada warga. Tak sekali itu, dalam waktu dekat, dia dan komunitasnya berencana menggelar bakti sosial dengan memberikan sembako kepada warga terdampak virus Corona.


Di temui di rumahnya, Anik mengatakan aksi sosial dengan memberikan hand sanitizer yang telah dilakukan beberapa waktu merupakan wujud kepeduliannya terhadap warga. Apalagi
ketersediaan hand sanitizer sempat langkah. Kalaupun ada harganya mahal.


Pembagian hand sanitizer dilakukan dengan mendatangi rumah masing-masing warga. Saat mendatangi rumah warga, dia juga melakukan sosialisasi, terkait pencegahan virus Corona. Menurut Anik melakukan sosialisasi pencegahan virus Corona sangat penting. Tujuannya agar tidak ada warga, khususnya di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis  terpapar.
“Kepada warga kami terus menyarankan agar mereka tetap berada dalam rumah, dan tidak keluar jika tidak ada hal-hal yang mendesak. Selain itu selalu menerapkan jaga jarak, dan sering cuci tangan, serta menggunakan hand sanitizer,’’ ungkapnya.


Kini Anik sedang menyusun program untuk aksi sosial lanjutan. Selain itu pihaknya juga melakukan pendataan calon penerima bantuan.

“Sekarang sudah mulai jalan. Begitu semuanya sudah fix, bakti sosial pun akan langsung digelar,’’ ungkapnya.


Selain Anik, terdapat donatur yang ikut membantu  program bakti sosial. “Alhamdulillah, saat saya usul memberikan bantuan sembako, respon teman-teman cukup bagus. Tidak sedikit yang ingin menjadi donatur,’’ ungkapnya.


Tak hanya warga, Anik juga tetap memperhatikan karyawannya agar tetap bekerja walau situasi sulit. Dari empat karyawannya, ia mempertahankan dua karyawan. Itu pun bekerja dengan standar Work Form Home (WFH). Dua karyawannya hanya datang untuk mengambil bahan. Sedangkan untuk pekerjaannya dilakukan di rumah masing-masing.
“Alhamdulillah, berjalan cukup bagus. Karyawan yang membantu saya memproduksi batik ini menunjukkan pekerjaan yang bagus,’’ ungkapnya.
Untuk diketahui, Anik memulai usaha di bidang batik tulis sejak dua tahun lalu. Awalnya saat Tim Penggerak PKK Desa Bunut Wetan mengikuti pelatihan membantik. Dari pelatihan tersebut, Anik langsung  suka. Ia kemudian mendirikan usaha di bidang batik.


Dengan menggunakan uang tabungannya, wanita ramah ini mulai merintis usaha batiknya sendiri. “Waktu awal dulu paling sulit adalah memasarkan. Ya maklum, saya pelaku usaha baru, sehingga harus sering ke luar rumah, untuk menawarkan batik hasil karya kami,’’ katanya.


Dia juga mengenalkan kepada para pejabat di Kabupaten Malang, saat ada event di Pendopo Agung Pemkab Malang maupun Pendopo Kepanjen. Batik produksi Anik pun mulai dilirik.  Terbukti, dia beberapa kali mendapatkan order dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang Hj Anis Zaida Sanusi dan beberapa pejabat di Kabupaten Malang.

“Kalau ada pameran saya juga sering ikut. Untuk mengenalkan produk kami,’’ tambahnya. (ira/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Ira Ravika