MalangPost - Pantai Selatan Diterjang Banjir Rob

Senin, 13 Juli 2020

  Mengikuti :

Pantai Selatan Diterjang Banjir Rob

Kamis, 28 Mei 2020, Dibaca : 4413 Kali

MALANG - Memasuki musim pancaroba gelombang laut pantai selatan tinggi hingga enam meter, sejak dua hari belakangan. Banjir rob akibat air laut pasang ini, meluber hingga ke daratan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan BMKG mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di pesisir pantai sampai kondisi normal.
"Sudah sejak dua hari lalu. Rabu, gelombang paling tinggi hingga ke daratan," ujar Bagyo Setiono Sekretaris BPBD Kabupaten Malang.

   WASPADA, Gelombang Tinggi di Laut Selatan

   BMKG Warning Tidak Beraktivitas di Pesisir Pantai


Pada Rabu (27/5) tiupan angin kencang disertai deburan ombak meluber ke daratan. Beberapa diantaranya terjadi di Pantai Balekambang Kecamatan Bantur, Pantai Lenggoksono dan Pantai Wediawu Kecamatan Tirtoyudo, Pantai Ungapan, Jolangkung, Bajulmati Kecamatan Gedangan, Pantai Ngliyep Kecamatan Donomulyo dan Pantai Sendangbiru Kecamatan Sumbermanjing Wetan.


Tingginya gelombang laut tersebut bahkan sampai menghantam beberapa fasilitas dan bangunan kios milik warga. Termasuk perahu milik nelayan yang ada di Pantai Sendangbiru.
"Tidak ada korban jiwa. Masyarakat sekitar sudah paham dengan kondisi air laut pasang atau saat terjadi banjir rob. Perahu milik nelayan juga hanya mengalami kerusakan kecil saja," jelasnya.


Samuji warga sekitar Pantai Ungapan mengatakan bahwa gelombang tinggi biasa terjadi saat memasuki musim pancaroba. "Masyarakat sudah paham ketika terjadi banjir rob harus seperti apa. Karena hampir setiap tahun saat pancaroba terjadi gelombang besar," katanya.


Kepala Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Hendik Arso mengatakan juga membenarkan. Ombak tinggi juga menerjang Pantai Sipelot. Akibatnya beberapa fasilitas di pesisir pantai hilang tersapu ombak.
“Gelombang pasang yang terjadi cukup besar. Beberapa sarana penunjang pariwisata yang berada di pinggir pantai ikut tersapu ombak,” ungkap Hendik Arso.


Menurut Hendik, ayunan di tepi pantai biasanya jadi spot wisatawan untuk swafoto atau selfie. Dengan kondisi tersebut, dia mengimbau masyarakat yang ada disekitar pesisir Pantai Sipelot untuk waspada. Karena angin kencang disertai gulungan ombak besar dari tengah laut sewaktu-waktu bisa terjadi.
“Tetapi untuk kondisi hari ini sudah aman. Kemarin hanya gazebo serta ayunan dan tempat duduk wisawatan saja yang hilang tersapu ombak,” tuturnya.


Sementara Pantai Balekambang di Desa Srigonco Kecamatan Bantur, pada Rabu (27/5) juga terkena sapuan ombak tinggi. Bahkan air laut sampai meluber ke daratan. Namun Kamis (28/5) air laut yang sempat menggenangi daratan sudah surut.
“Situasi siang ini (Kamis, red) alhamdulillah cukup aman terkendali,” ungkap Dirut PD Jasa Yasa Kabupaten Malang Ahmad Faiz Wildan.


Menurut Gus Wildan sapaan akrabnya, gelombang tinggi pada Rabu (27/5/2020) sempat menyentuh area wisata Balekambang. Hanya saja tidak ada kerusakan berarti.  “Kerusakan tidak seberapa. Hanya spot selfie dan pembatas jembatan menuju Pura Ismoyo saja yang perlu pembenahan lagi,” paparnya.(agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Redaksi