MalangPost - PDIP Masih Buka Pintu Koalisi

Senin, 10 Agustus 2020

  Mengikuti :

PDIP Masih Buka Pintu Koalisi

Minggu, 23 Feb 2020, Dibaca : 1476 Kali

MALANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah mengumumkan nama calon yang diusung untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang. Yakni H. M. Sanusi sebagai calon Bupati dan Didik Gatot Subroto sebagai wakil bupati. Namun hingga detik ini, PDIP masih membuka pintu koalisi untuk Parpol lain.
Secara jumlah kursi PDIP di Kabupaten Malang sendiri mencukupi, karena memiliki 12 kursi. Untuk dapat mengusung calon, partai politik harus memiliki minimal 20 persen dari total jumlah kursi di DPRD Kabupaten Malang, yaitu 50 kursi.  PDIP tidak menutup diri dengan partai lain. Bahkan sampai dengan saat ini PDIP masih menjalin komunikasi dengan partai-partai lain.
“Komunikasi secara intens masih terus terjalin dengan partai-partai, melalui fraksi-fraksi di DPRD. Ya, ini kami lakukan terus. Sekalipun kami bisa mengusung sendiri calon, tapi jika ada koalisi itu akan lebih baik,’’ kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.
Didik mengatakan, jika koalisi, maka akan lebih banyak yang mendukung, sehingga untuk menang pilkada pun akan semakin mudah.
“Kan begitu logikanya. Jika sebuah masalah itu diselesaikan oleh banyak kepala, akan lebih mudah mencari jalan keluar. Di sini pun begitu. Jika ada banyak partai yang berkoalisi, maka banyak juga yang mendukung, sehingga kemenangan pun akan diperoleh dengan semakin mudah,’’ tambahnya.
Didik mengatakan, tidak hanya dengan partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Malang. Tapi komunikasi politik juga dilakukan dengan partai-partai non parlemen.
“Non parlemen juga sudah kami ajak berkomunikasi. Yaitu PAN dan PKS. Prinsipnya kami masih sangat terbuka untuk berkoalisi. Dengan partai apapun kami bisa berkoalisi, termasuk Partai Non Parlemen,’’ ungkap Didik.
Didik mengatakan, tidak pernah memandang sebelah mata partai manapun. Seluruh partai memiliki masa pendukung yang banyak. Dan masa pendukung itulah yang nanti memberikan kontribusi dukungan. Ditanya apakah sudah membidik partai-partai tertentu untuk berkoalisi? Didik langsung tersenyum.
“Kan tadi sudah dijelaskan di atas. Kami membuka diri dengan siapapun, bisa berkoalisi. Prinsipnya, kami di daerah mendapatkan mandate untuk berkomunikasi dengan seluruh partai. Setelah itu kami melaporkan ke atas (DPP) yang memiliki kebijakan tertinggi,’’ ungkapnya.
Bapak dua anak ini juga mengatakan setelah PDIP mengumumkan nama calon, tahapan selanjutnya adalah pihaknya membentuk tim. Ada dua tim yang dibentuk. Tim pertama konsentrasi pada internal partai dan tim kedua konsentrasi pada eksternal partai.
“Internal partai menangani ke dalam, dan terus berupaya mensolidkan partai. Sedangkan yang eksternal mencari dukungan ke luar, termasuk berkomunikasi dengan partai-partai lain,’’ tambahnya.
Untuk calon sendiri, setelah namanya diumumkan, mereka wajib mengikuti sekolah partai. Di mana melalui sekolah partai para calon akan belajar leadership, kepemimpinan dan lainnya. Sekolah partai ini juga menghadirkan pemateri-pemateri, dari akademisi dan dari internal partai.
“Dari sekolah partai ini kami juga mendapatkan wawasan kebangsaan,’’ tandas Didik.(ira/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Ira Ravika