Pekan Depan Gelar Sidang Paripurna Penghentian Bupati

Senin, 16 September 2019 MALANG POST

Pekan Depan Gelar Sidang Paripurna Penghentian Bupati

Sabtu, 24 Agu 2019, dibaca : 3444 , Parijhon, Ira

MALANG-Penghentian Bupati Malang H Rendra Kresna dipastikan akan segera dilaksanakan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengambil Surat Keputusan (SK) penghentian Senin (26/8) mendatang. Hal ini dikatakan Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Jatim, Indah Wahyuni.  Dihubungi Malang Post, Indah mengatakan baru mengambil Senin (26/8) karena saat ini SK Pengehetian Bupati Malang, masih proses disalin.  "Hari Senin karena salinan masih diproses," kata Indah.
Indah mengatakan, setelah SK diberikan kepada Gubernur, maka Pemkab Malang wajib mengambil. Hal ini juga dibenarkan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Ir Didik Budi Moeljono.
Didik mengatakan siap mengambil surat tersebut ke Pemprov Jatim. "Iya, Senin (26/8) kami akan mengambil suratnya ke Pemprov Jatim. Setelah itu dilanjutkan ke DPRD Kabupaten Malang, untuk kemudian dilakukan sidang paripurna, untuk penghentian Bupati Malang," katanya.
Ditemui sebelum kegiatan pelantikan dan serah terima jabatan di ruang rapat Anusapati, Didik mengaku tidak resah. Meskipun masa bakti anggota DPRD Kabupaten Malang periode 2014-2019 berakhir pada 30 Agustus 2019 mendatang. Bahkan dia yakin, jika Sidang paripurna penghentian Bupati Malang dapat dilaksanakan sebelum masa jabatan anggota DPRD Kabupaten Malang berakhir.
"Makanya kami bergerak cepat. Paling tidak minggu depan ini sudah dilakukan sidang paripurna untuk penghentian. Kemudian dalam sidang ini juga diusulkan pengganti bupati," katanya.
Dia pun yakin seluruh anggota DPRD pasti mau menggelar sidang paripurna. "Itu sudah tugas dan kewajibannya. Kalau tidak mau sidang berarti menghambat roda pemerintahan," katanya.
Sementara Plt Bupati Malang, H M Sanusi memilih pasrah. Ia tetap mengatakan, jika pelantikannya menunggu informasi dari Gubernur Jatim. Dia pun tidak menampik jika SK Penghentian Bupati Malang sudah keluar.
"Masih ada beberapa proses. Setelah SK diterima, kemudian diserahkan ke DPRD, untuk sidang paripurna penghentian. Setelah itu baru diusulkan penggantinya," ungkap Sanusi.
Dengan waktu yang sempit, lantaran masa bahkti anggota DPRD Kabupaten Malang segera berakhir tidak menjadi soal bagi Sanusi. "Ya tidak apa-apa. Fokus kami sendiri pada pelantikan anggota DPRD yang baru ini dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Untuk pelantikan bupati, kami menunggu saja," tandasnya. (ira/jon)



Loading...