MalangPost - Pembobol Kafe Wakil Ketua DPRD Tertangkap

Kamis, 06 Agustus 2020

  Mengikuti :

Pembobol Kafe Wakil Ketua DPRD Tertangkap

Kamis, 23 Apr 2020, Dibaca : 2514 Kali

MALANG - Pembobol Malbourne Coffee Shop milik Wakil Ketua DPRD Kota Malang di Jalan Candi Panggung, Malang terungkap. Pelakunya ternyata anak berusia di bawah umur. Rabu (22/4) pelaku diamankan Unit Reskrim Polsek Bantur bersama Buser Polres Malang.


Tersangka berinisial ABA, 16, warga asal Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Di Malang dia tidak mempunyai tempat tinggal. Selama setahun ini, tersangka tinggal berpindah-pindah dari satu warnet ke warnet lainnya.
"Sore ini (Kamis sore, red) kami merilis kasus pencurian pemberatan dengan modus pembobolan. Pelakunya adalah anak di bawah umur," ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.


Menurutnya, tersangka ABA ditangkap setelah melakukan aksi pencurian di wilayah Kecamatan Bantur. Kejadiannya Rabu (22/4) sekitar pukul 04.00. Sasarannya adalah warung kopi Alex Warkop di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bantur, milik Tarik Rumiati, 45, warga Desa Sumbermanjing Kulon.


Tersangka mencuri di warung kopi dengan membobol jendela. Selain mengambil uang Rp 800 ribu, juga beberapa bungkus rokok berbagai merek serta barang berharga lainnya.
Terungkapnya kasus pencurian tersebut, bermula dari laporan korban ke Polsek Bantur. Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan dan didapat petunjuk dari rekaman CCTV yang ada di dalam warung. Dari CCTV tersebut akhirnya polisi mencari keberadaan tersangka dan berhasil ditangkap di depan Telkom Bantur.


Dari pemeriksaan, tersangka ABA ternyata tidak hanya sekali beraksi. Di Kecamatan Bantur melakukan pencurian dua kali. Di Singosari sekali dan di Kota Malang ada 11 TKP pencurian. Salah satunya di kafe milik Wakil Ketua DPRD Kota Malang.
"Semuanya itu dilakukan dalam kurun waktu sekitar 8 bulan. Sebelumnya sekitar 2 tahun lalu juga pernah ditangkap di Magelang kasus yang sama," jelas Hendri.


Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka ABA mengaku kalau semua barang hasil curian tidak dijual. Sebaliknya digunakan sendiri untuk kebutuhan hidup. Dia melakukan pencurian seorang diri tanpa dibantu orang lain.
"Saya tidak punya tempat tinggal di Malang. Selama ini tinggal di warnet-warnet yang berbeda," ucap tersangka ABA.(agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Redaksi