MalangPost - Pembunuh Kekasih Terancam 15 Tahun Penjara

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Pembunuh Kekasih Terancam 15 Tahun Penjara

Senin, 18 Mei 2020, Dibaca : 3324 Kali

Cukup Tenang, Tidak Merasa Bersalah

MALANG - Raut wajah Higam Yudha Sena alias Gamber, 17, warga Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen seperti tidak ada rasa bersalah. Padahal dia baru saja membunuh kekasihnya, Aulia, 16, warga Desa Jatikerto, Kromengan. Saat dirilis Kapolres Malang AKBP Hendri Umar Senin (18/5) siang, Gamber yang kepalanya sudah plontos seperti tenang-tenang saja.


Saat ditanyai Kapolres Malang, Gamber yang putus sekolah setelah lulus SMP dengan nada tegas dan tenang, memaparkan situasi yang dialaminya saat melakukan kejahatan. “Saya dua bulan pacaran dengan dia (korban, red),” katanya.

   Baca Juga : Gadis Berhijab Dibunuh Kekasih


Pada hari nahas Sabtu 16 Mei 2020, korban dan tersangka menuju pintu air Sipon yang sepi. Menurut versi Gamber, gunting yang digunakan menghabisi korban dimasukkan ke dalam jok motor karena permintaan korban dengan alasan untuk berjaga-jaga dari pelaku kejahatan.
Pasalnya lokasi kejadian pembunuhan jauh dari perkampungan warga dan dianggap rawan oleh korban dan tersangka. Setelah tiba di lokasi, korban meminta tersangka mengambil gunting, tapi tersangka juga mengambil handphone itu.
“Saya melihat story WhatsApp dia, ada foto bersama laki-laki lain dan captionnya love,” tandas Gamber.


Dia mengaku bahwa hubungan mereka sebelum kejadian memang sedang bermasalah. Beberapa minggu sebelum kejadian korban mulai jarang berkomunikasi dengan tersangka.
Korban seperti menghindar dari tersangka. Karena ingin menyelesaikan persoalan ini, mereka berdua akhirnya datang ke lokasi tersebut. Tapi story WA bercaption love dengan foto pria lain itulah yang membuat Gamber gelap mata dan menusukkan gunting ke leher korban.
Hendri menegaskan bahwa tersangka dua kali menusuk leher korban. “Setelah ditusuk satu kali, korban mengorok karena kondisinya sekarat. Korban diseret ke pinggir jurang lalu ditusuk lagi di tempat yang sama, baru dibuang ke jurang,” tandas mantan Sekpri Kapolri itu.


Usai melakukan pembunuhan, tersangka pulang ke rumah dan hendak pergi ke Banyuwangi. Namun orangtua tersangka melarang pergi setelah mendengar bahwa anaknya usai membunuh. Sebaliknya, orangtuanya langsung menghubungi Buser Satreskrim Polres Malang.


Dari pengakuan itulah kasus pembunuhan ini terungkap. Polisi pun langsung mengamankan tersangka di rumahnya tanpa perlawanan.
Untuk pasal yang disangkakan, Hendri menegaskan tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. "Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. Namun nantinya juga akan kami kaitkan dengan Undang-undang Perlindungan Anak," tegas Hendri.(fin/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Fino Yudistira