MalangPost - Pemilik Toko Kelabui Petugas, Modus Dagang Sembako, Ternyata Jual Pakaian

Senin, 13 Juli 2020

  Mengikuti :

Pemilik Toko Kelabui Petugas, Modus Dagang Sembako, Ternyata Jual Pakaian

Kamis, 21 Mei 2020, Dibaca : 5202 Kali

BATU - Pemilik usaha non sembako di Kota Batu masih saja nekat berdagang walau dilarang selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemilik usaha memainkan modus jual sembako. Sedangkan warga di Kota Malang mulai taat, hanya saja kendaraan dari luar wilayah masih nekat masuk Kabupaten Malang.


Padahal hari keempat PSBB, Rabu (20/5) merupakan waktu penindakan. Aksi kelabui petugas itu dilakukan toko Cabang Bandung Super Model di Kota Batu. Modusnya pura-pura jual sembako. Mi instan hingga minyak goreng ditumpuk di antara pakaian. Kesan dari luar, toko ini menjual sembako.
Kenyataannya dalam toko ramai pembeli pakaian. Tak peduli physical distancing, pembeli sibuk memilih pakaian baru. Di sisi lain, warga berjejer di tempat bayar usai memilih pakaian yang akan dibeli.   

   Baca juga : PSBB di Pasar Pagi , Pembeli Berdesakan, Parkir Masih Amburadul


Mengetahui ada keramaian warga belanja di toko fashion itu, petugas Satpol PP dan sejumlah personel aparat keamanan datang. Kabid Gakda Satpol PP Kota Batu, Faris Pasharella Sahputra langsung meminta penanggung jawab toko menghentikan aktivitas jual beli. Sebab melanggar Perwali PSBB Nomor 40 tentang PSBB.
"Sebelumnya kami meminta surat izin usaha. Tujuannya untuk mengetahui, apakah izin usahanya toko fashion atau toko sembako. Karena disinyalir hanya kamuflase," jelas Faris. Ternyata izin usaha yang dimiliki hanya jual pakaian.


Selain itu aparat penegak perda itu melakukan penyisiran di beberapa jalan protokol yang terbagi dalam tiga tim.  Tim Cipta Kondisi (Cipkon) Kota Batu setiap hari berkeliling wilayah untuk melakukan penindakam sampai selesai PSBB.   
"Selain menindak toko, kami juga menyasar kerumunan warga dan warung yang masih buka. Termasuk lembaga pendidikan yang masih buka juga mendapatkan peringatan. Karena secara aturan bisa melalui online," bebernya.


Di Kota Malang, masa teguran dan penindakan dimulai, Rabu (20/5) . Namun di hari keempat PSBB, warga mulai taat aturan. Pantauan Malang Post sebagian besar mall sudah taat aturan.


Kepala Satpol PP Kota Malang Drs Priyadi MM menjelaskan di hari pertama penerapan masa teguran dan penindakan, belum ada catatan pelanggaran serius dilakukan perseorangan maupun dari kalangan pelaku usaha. “Pelanggaran ada tapi hanya kita tegur saja,” tegas Priyadi saat dikonfirmasi.


Ia menegaskan teguran yang ditemukan tidak banyak karena merupakan toko-toko kecil berjualan di sekitar pemukiman warga. Seperti toko elektronik, baju-baju dan aksesoris. Mantan Camat Blimbing ini mengutarakan pihaknya belum sama sekali melakukan tindakan berupa pemberian sanksi. Karena kondisi di lapangan sudah cenderung kondusif.
“Tapi di jalan misal ada orang tidak pakai masker ditegur. Kalau di pasar-pasar sebagian besar sudah menggunakan masker,” tandasnya.


Menanggapi hal ini, Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan mulai kemarin pengawasan ketat sudah dilakukan. Pemantauan setiap hari oleh personel Satpol PP dilakukan di tiap titik khususnya pusat-pusat perbelanjaan.
Sutiaji juga sudah menginstruksikan Satgas Covid-19 untuk mendistribusikan masker bagi warga yang terpantau tidak mengenakan masker. “Jadi saat ditegur diberi masker. Kami siapkan. Tapi kalau yang diatas jam 9 malam masih di luar itu bisa ditindak,” jelasnya.

 

Penindakan Mulai Selasa Malam
Di Kabupaten Malang, Tim Strong Point PSBB mulai bertindak tegas. Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang mengatakan penindakan mulai dilakukan
sejak Selasa malam lalu. Pihaknya menemukan puluhan pelanggaran. Pelakunya merupakan pelaku usaha maupun perorangan.
“Selasa malam lalu patroli menyasar empat kecamatan. Yakni Dau,  Karangploso, Lawang dan Kecamatan Kepanjen. 10 warga diamankan karena berkerumun, juga ada yang tidak menggunakan masker,’’ katanya.


Selain itu juga ada delapan pelaku usaha yang harus ditegur dan membuat surat penyataan karena melanggar jam malam. “Warung atau kafe yang buka pukul 21.00 langsung ditutup. Pemilik warung juga diminta untuk membuat surat pernyataan,’’ tambahnya.
Dia berharap pemilik usaha warung makan, warung kopi atau kafe taat aturan. “Tidak boleh lagi ada warung buka di jam 21.00 sampai jam 04.00. Kalau tidak  kami akan memberikan sanksi tegas,’’ ungkapnya.


Sedangkan di hari keempat PSBB, masih terlihat kendaraan dari luar kota berniat masuk ke wilayah Kabupaten Malang. Sesuai data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, ada 133 kendaraan yang harus putar balik. 133 kendaraan tersebut, 40 motor dan 93 mobil.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Hafi Lutfi mengatakan, pengendara terpaksa harus diminta putar balik, karena pengemudi dan penumpang tidak bisa memberikan alasan yang jelas.
“Sesuai pedoman PSBB, seluruh kendaraan harus diperiksa, termasuk identitas pengemudinya. Diketahui dari luar kota maka langsung kembali, alias tidak boleh masuk. Tadi itu masih banyak kendaraan yang dari luar kota dan terpaksa harus kembali,’’ tandasnya.(eri/ica/ira/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi