Pemkab Malang Masuk 10 Besar IGA 2019

Rabu, 16 Oktober 2019

Jumat, 13 Sep 2019, dibaca : 519 , udi, ira

MALANG – Upaya pemerintah Kabupaten Malang membuat beragam inovasi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat tidak sia-sia. Terbukti, pada 2019 ini, Kabupaten Malang masuk dalam 10 besar Innovative Government Award (IGA) 2019. Bahkan, Informasinya Kabupaten Malang menduduki  urutan ke 3 untuk event yang digelar Badan  Penelitian dan Pengembangan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pada Kamis (12/9) siang, beberapa inovasi layanan itu ditampilkan untuk dilihat langsung oleh Tim Validasi IGA 2019, yang terdiri Ketua tim Ray Septianis Kartika MSi, dan dua anggota Tim, yaitu Meisya Mardhatillah dan Siti Aisyah. Di Pendopo Kabupaten Malang, tim validasi melihat satu persatu inovasi. Bahkan, tim tersebut juga mendengarkan serius paparan yang disampaikan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, yang mengusung Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor Berbasis IT. OPD ini menawarkan kemudahan kepada pemilik kendaraan angkut layanan pengujian kendaraan berbasis online. Dengan pengujian yang diterapkan, pemilik kendaraan akan mendapatkan kemudahan dan waktunya juga lebih cepat.
Selain itu, ada Bagum 3C (Cuisine-Convention-Car). Program tersebut milik Bagian Umum, Kabupaten Malang. Melalui program itu, Bagian Umum Kabupaten Malang menawarkan layanan untuk peminjaman kendaraan, pelayanan jamuan makan minum, serta peminjaman ruang rapat.
”Seluruh layanan ini sudah berjalan. Semuanya memberikan kemudahan kepada masyarakat,’’ kata Plt Bupati Malang H M Sanusi, yang kemarin mendampingi tim validasi melakukan verifikasi program dan layanan di Pemerintah Kabupaten Malang.
Sanusi mengatakan, Kabupaten Malang masuk pada 10 besar IGA tahun 2019 bukan hasil kerja satu persatu orang, tapi semuanya. ”Seluruh dinas memberikan dukungan, dengan membuat inovasi untuk program layanan. Yang intinya seluruh program tersebut, memberikan kemudahan masyarakat mendapatkan pelayanan,’’ katanya.
Sanusi menyebutkan program Jebol Anduk, milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Melalui program itu, warga Kabupaten Malang yang ingin mendapatkan layanan administrasi kependudukan lebih cepat.
Sanusi tidak menampik, semua program ini membutuhkan anggaran. Pihaknya tidak segan menggelontorkan anggaran, jika program dan inovasi layanan yang dibuat betul-betul menyentuh masyarakat. ”Total kami memiliki 158 inovasi layanan di tahun 2019 ini. Dan sampai saat ini semuanya berjalan. Inovasi-inovasi tersebut memberikan kemudahan masyarakat dalam hal pelayanan,’’ ungkapnya.
Sanusi mengaku siap, jika nanti dia harus melakukan paparan tentang layanan. Bahkan, dia sendiri yang akan melakukan paparan. ”Siap, untuk materi nanti menyesuaikan permintaan dari tim validasi,’’ tandasnya.
Sementara itu, Ray Septianis Kartika MSi mengatakan, IGA merupakan event tahunan yang digelar Balitbang Kemendagri. Tujuan dari event ini adalah meningkatkan daya saing daerah dan perbaikan pelayanan publik.
Di Jawa Timur, ada lima daerah yang terjaring IGA 2019, dua kota dan tiga kabupaten. Dua kota tersebut masing-masing Kota Malang dan Kota Surabaya. Sedangkan tiga Kabupaten masing-masing Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Malang. (ira/udi)



Loading...