MALANG POST - Penjual Takjil Pinggir Jalan Bakal Ditertibkan

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Penjual Takjil Pinggir Jalan Bakal Ditertibkan

Minggu, 26 Apr 2020, Dibaca : 3057 Kali

MALANG - Di tengah wabah corona, sejumlah  kawasan di Kota Malang seperti Jalan Muharto, Jalan Moh Yamin, Kawasan Jalan Soerkarno-Hatta dan Jalan Sulfat masih terlihat ramai penjual takjil yang diserbu masyarakat. Kerumun yang terjadi tidak dapat dihindari, baik masyarakat yang berburu takjil dan pedagangnya.


Meskipun sudah ada larangan untuk tidak berjualan takjil dadakan, tapi pedagang tetap berjualan dan tidak ada petugas yang melarang atau menghalaunya.  Kabag Humas Pemerintah Kota Malang Nur Widianto mengatakan, situasi tersebut tengah dibahas bersama Kapolres Kota Malang dan Dandim 0833 Kota Malang, Sabtu (25/4) lalu. Pertama akan dilakukan penertiban, karena poin yang paling utama adalah berhimpunnya massa yang dapat menimbulkan kerentanan penyebaran Covid-19.
“Ketertiban dan keamanan di tempat berjualan takjil di pinggir jalan perlu adanya penertiban. Sehingga para pelaku jasa takjil diharapkan untuk memperhatikan imbauan tersebut,” kata Nur Widianto kepada Malang Post.


Pria yang akrab disapa Wiwid itu menjelaskan, pada Ramadan tahun ini  pihaknya mengimbau kepada penjual takjil agar selalu mematuhi imbauan pemerintah. Karena ini demi keselamatan semuanya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
“Jangan abaikan imbauan pemerintah. Karena Physical distancing menjadi poin yang penting dalam hal ini. Namun bila faktualitas tidak mungkin di lakukan, maka imbauan untuk tidak beraktifitas jualan,” ujarnya.


Pemkot Malang akan membuat Surat Edaran SE Peraturan Walikota (Perwali) tentang larangan pedagang takjil atau pasar takjil yang berada di pinggir Jalan. Namun hingga saat ini SE tersebut belum turun juga.
“SE belum turun, karena kami masih mengatur strategi dan solusi bagi pedagang takjil, apabila mereka tidak berjualan di pinggir jalan. Untuk sementara waktu diimbau warga agar menghindari kerumunan dan jaga jarak dalam jual beli takjil,” lanjutnya.


Lebih lanjut, Pemkot Malang tidak melarang penjualan takjil selama Ramadan. Pihaknya hanya membatasi lokasi untuk berjualan takjil. Tempat-tempat yang diperbolehkan antara lain di pasar-pasar dan kios. Meski demikian, para penjual dan pembeli harus tetap mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak fisik dan layanan penjualan hanya untuk dibawa pulang.
"Saya ingin menggarisbawahi, kalau berjualan dalam pasar boleh, kalau takjil kan dia jenisnya makanan. Kalau makanan masuk dalam kategori yang dikecualikan dalam aturan," tegasnya.


Salah seorang pedagang takjil di Jalan Soerkarno-Hatta, Indah H menuturkan, pemerintah daerah setempat memang melarang penjualan makanan minuman di tempat umum. Namun, mau bagaimana lagi berjualan takjil adalah salah satu rejekinya.
"Memang ada larangan berjualan di tempat umum selama wabah Corona ini oleh walikota. Tapi tetap kami menerapkan protokol kesehatan dalam perjualan,”  ungkapnya. (mp4/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Agiem Cristian