Pentol Pedas Alesha, Rasa Super Pedas Gugah Selera

Kamis, 28 Mei 2020

  Mengikuti :


Pentol Pedas Alesha, Rasa Super Pedas Gugah Selera

Sabtu, 21 Mar 2020, Dibaca : 4932 Kali

MALANG – Nuansa baru, camilan pengiring waktu bersantai. Siapa yang tak kenal pentol, sebuah makanan rakyat yang terbuat dari tepung kanji dan daging. Memiliki tekstur yang kenyal dengan  ditambahkan bumbu pelengkap seperti sambal kacang, kecap dan saus. Namun ditangan, Niatulillah Kurnia Tulillah pentol hadir dalam wajah baru.


Rasa pedas yang mengejutkan akan menggoyang lidah pembeli saat memakan pentol yang diberi nama Pentol Pedas Alesha ini. Perempuan yang akrab disapa Nia, memberikan nama Pentol Pedas Alesha karena diambil dari nama anaknya yang bernama Alesha shaqueena.  
Sebelumnya, Nia mengaku suka terhadap masakan pentol sejak kecil. Kemudian dia iseng–iseng membuat pentol dan dimakan sendiri. Beberapa waktu kemudian, ia ingin mencoba berjualan pentol itu dengan berkeliling kampung. Namun hal itu terasa sepi dalam penjualannya. Selanjutnya Nia mencoba inovasi baru membuat pentol dengan kuah yang super pedas. Alhasil perjuangan membuahkan hasil sejak dua tahun yang lalu hingga sekarang.
“Saya tidak menyangka bila Pentol Pedas Alesha ini sangat digemari oleh semua masyarakat dari kalangan anak kecil hingga orang dewasa, bahkan sampai orangtua juga menyukainya,” kata Nia kepada Malang Post.


Dalam sekali stok untuk membuat kuah pentol setiap hari, pihaknya menghabiskan 30- 40 kilogram cabe. Sehingga membuat warna kuah begitu kental merah. Tak hanya itu, puluhan cabe rawit pun nampak terlihat jelas di antara pentol yang direbus tersebut.
Untuk memastikan rasa pedasnya meresap, Nia menggunakan dua jenis cabe. Yakni cabe rawit dan cabe merah bersama bawang merah dan bawang putih untuk bumbu kuah baksonya.  
“Kuah pentol juga terasa gurih manis dan pedas. Selain itu, yang tak kalah spesial adalah pentolnya yang hampir seratus persen berbahan daging sapi dan terasa gurih karena dimasak dalam kuah yang gurih,” lanjutnya perempuan asli Arek Malang itu.


Untuk harga, jajanan pedas yang terletak di Jalan Labu Nomor 13, Bumiayu, Kota Malang ini tidak terlalu merogoh kantong banyak –banyak. Seporsinya Pentol kuah pedas dibandrol dengan harga Rp 10 Ribu, Cilok original Rp 10 Ribu. Cilok hot Rp 10 Ribu dan yang terakhir porsi spesial yakni pentol jumbo Rp 35 Ribu.


Pentol Pedas Alesha ini memiliki citra rasa pedas yang kuat sehingga nampak menarik perhatian para pengunjung yang melihat. Dari jarak beberapa meter, bau pedas dari bumbu kuah pedas pentol ini sudah tercium dan menusuk hidung.
Namun pihaknya juga menyediakan pentol original yang tidak pedas. Lantas saja, tempat ini telah menarik banyak pengunjung serta memiliki pelanggan tetap.


Sementara itu, salah satu pembeli yang datang Nur Azizah mengaku suka terhadap Pentol Pedas Alesha ini.  Menurutnya, cabe yang digunakan fresh sehingga menghasilkan citra rasa pedas yang menggugah selera.
“Hampir seminggu tiga kali saya kemari bersama keluarga, padahal rumah saya jauh namun tetap kesini,” kata Nur Azizah.


Lebih lanjut, Nia berharap agar usaha yang digelutinya saat ini dapat terus berkembang dan bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk menciptakan hal-hal baru. Terutama dalam berdagang makanan. Hal ini menunjukkan bahwa geliat pecinta kuliner terhadap kreasi santapan pedas telah memberikan ruang untuk berinovasi dan menawarkan suatu sensasi unik. (mp4)

Editor : Redaksi
Penulis : Agiem Cristian