MalangPost - Penumpang Turun Drastis di Arjosari, Biasanya 16 Ribu Orang, Kini Hanya 500 Penumpang

Sabtu, 08 Agustus 2020

  Mengikuti :

Penumpang Turun Drastis di Arjosari, Biasanya 16 Ribu Orang, Kini Hanya 500 Penumpang

Kamis, 23 Apr 2020, Dibaca : 3684 Kali

MALANG - Terminal Arjosari bakal jadi salah satu pusat layanan transportasi sepi penumpang akibat tak ada mudik. Apalagi penumpang di terminal terbesar di Malang Raya itu sudah menurun signifikan. Dari biasanya sekitar belasan ribu orang per hari, sekarang berkisar sekitar 500 penumpang untuk segala jurusan.


Berdasarkan data penumpang bus yang di-update sepanjang 21 April, tercatat dalam sehari hanya 557 penumpang yang turun dan berangkat dari Terminal Arjosari.  Untuk penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang turun di Arjosari hanya 14 orang. Sedangkan penumpang bus AKAP yang berangkat ke berbagai tujuan 105 orang.  


Begitu juga penumpang bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang datang hanya 216 orang, sedangkan yang berangkat 222 orang.
“Data itu (jumlah penumpang) merupakan data 24 jam terakhir. Jumlah penumpang bus memang menurun drastis,” jelas Agus Ruskandi, Pengelola Administrasi Perkantoran Terminal Tipe A Arjosari.


Padahal lanjut Agus, dalam waktu yang sama jelang Ramadan biasanya jumlah penumpang bus AKAP dan AKDP sudah melonjak signifikan.  Biasanya berkisar 16.000  penumpang keluar masuk Terminal Arjosari.
Ia belum memastikan penurunan penumpang itu terkait larangan mudik atau tidak. Namun karena pandemi virus Corona. Sehingga warga yang berpergian naik bus menurun drastis.  


Sementara itu Kadishub Kota Malang DR Handi Priyanto menjelaskan penerapan larangan mudik tidak berarti menutup akses keluar masuk bagi warga. "Bus tetap jalan seperti biasa karena tidak ada larangan operasional. Akan tetapi tidak ada penambahan kuota angkutan Lebaran," jelasnya.
Ia mengatakan, program mudik gratis oleh pemerintah mulai dari Kementerian Perhubungan, Disbub Jatim dan Dishub Kota Malang sudah ditiadakan. Pihaknya juga sudah menyurati dan mengimbau perusahaan-perusahaan yang biasa melaksanakan program mudik gratis untuk tidak mengadakan kegiatan tersebut.


Disamping itu, pospam-pospam batas kota dan di pusat-pusat transportasi publik (stasiun, terminal, bandara) akan diperketat untuk pengecekan orang datang.
Sementara itu Bupati Malang HM Sanusi sudah ingatkan semua ASN di Pemkab Malang agar tak mudik. “Kalau ASN ketahuan mudik maka akan mendapatkan sanksi tegas,” katanya.


Begitu juga warga diimbau agar tak mudik. Sebab menurut dia, warga harus mendukung intruksi pemerintah. “Kami juga sudah membuat banyak kebijakan termasuk imbauan larangan mudik. Jika ada warga tidak patuh, maka bisa tertular virus Corona. Kalau tertular mereka sendiri yang rugi,” ungkapnya.


 Menurut Sanusi, untuk menangani Covid -19, pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Tapi harus mendapat dukungan dari semua pihak. Tidak terkecuali masyarakat. (ica/ira/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi