MalangPost - Peringatan HUT ke 106 Kota Malang di Tengah Wabah Corona

Rabu, 12 Agustus 2020

  Mengikuti :

Peringatan HUT ke 106 Kota Malang di Tengah Wabah Corona

Kamis, 02 Apr 2020, Dibaca : 7788 Kali

PERAYAAN ulang tahun Kota Malang,  Rabu (1/4) super sederhana. Doa lalu potong tumpeng di gaezebo Balai Kota Malang. Itu pun hanya diikuti beberapa orang dengan standar protokol kesehatan seperti jarak aman, bermasker dan lainnya.
Biasanya lampion bergelantung di berbagai sudut kota. Balai kota pun bersolek meriah. Itu tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan kemarin tidak. Cuma sebuah tumpeng nasi kuning yang menjadi saksi peringatan HUT ke 106 Kota Malang.


Itu  pun hanya Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Sekda Kota Malang Drs. Wasto dan beberapa orang yang hadir.Tampak tak lebih dari 20 orang dalam acara sederhana itu.
Ketua PC NU Kota Malang KH Isroqunnajah  hadir di acara itu. Ia yang memimpin doa. “Hari jadi tahun ini kita lakukan sesederhana mungkin. Tentunya ini keharusan, kita lebih banyak berdoa agar warga Kota Malang diberikan kesehatan dan ketabahan,” kata Gus Is sapaan akrab KH Isroqunnajah beberapa diawal membaca doa.


Doa yang dipanjatkan agar warga Kota Malang diberikan kesehatan dan ketabahan. Ya seperti daerah lain, Kota Malang bagai sedang diteror. Penerornya virus Corona.
Setelah doa langsung memotong tumpeng. Makan lalu meninggalkan gazebo. Tak ada kemeriahaan. “Memang ulang tahun kali ini tidak seperti biasanya. Tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya semua kelurahan pasti sudah penuh dengan festival dan berbagai perayaan,” kata Sutiaji.


Sebenarnya orang pertama di Pemkot Malang ini ingin merasakan hari jadi Kota Malang seperti tahun sebelumnya. Semarak, meriah dan memberikan ruang masyarakat untuk terhibur sejenak.“Tapi situasi kali ini kita dilanda bencana. Bencana Covid- 19. Kami sadar akan situasi ini. Tema HUT kali ini pun ‘Satu untuk Kota Malang’ terinspirasi dari apa yang terjadi saat ini,” ungkap Sutiaji.


Menurutnya wabah virus Corona yang membuat perayaan HUT ke 106 Kota Malang tidak seperti biasanya membawa pesan berharga. Bahwa semua adalah satu di Kota Malang. Semua warga tak memandang latar belakang saling menguatkan diri satu sama lain.
“Kota Malang bukan miliknya wali kota, bukan miliknya ASN saja. Kita semua satu. Dalam suasana duka ini hanya satu kata kuncinya. Suka dan duka kita lakukan dan rasakan bersama-sama,” ujar Sutiaji.


Itulah salah satu alasan HUT ke 106 Kota Malang dijadikan perekat seluruh warga Bumi Arema. Ia berharap semua warga saling menjaga satu sama lain, taati aturan yang sudah ada dan tetap kuat.
Mantan Wakil Wali Kota Malang ini berpesan warga tetap semangat menghadapi situasi.“Saya yakin kita semua bisa melalui ini semua. Bahu membahu kita kuatkan tekad bulat. Tidak ada yang saling menyalahkan justru masa inilah kita harus saling samakan persepsi untuk kepentingan bersama,” kata Sutiaji.


Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko juga menyampaikan rasa syukur di HUT Kota Pendidikan ini.  “Terpenting selalu bersyukur dan selalu berdoa agar pandemi Covid-19 segera pergi dari Kota Malang maupun tanah air," tambah Bung Edi, sapaan akrab Sofyan Edi Jarwoko.


Ketua DPRD Kota Malang Made Riandiana Kartika mengucapkan selamat HUT Ke 106 Kota Malang. “HUT tahun ini memang berbeda. Harapannya kita semua warga Kota Malang bisa melewati situasi darurat wabah virus ini dengan baik. Saling bahu membahu kita kerjasama,” tegasnya.
Dalam situasi ini DPRD Kota Malang pun siaga 24 jam. Tujuannya untuk memudahkan koordinasi dengan pemkot.  (ica/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Francisca Angelina