PKB Beri Sinyal Koalisi Besar ke NasDem

Jumat, 29 Mei 2020

  Mengikuti :


PKB Beri Sinyal Koalisi Besar ke NasDem

Minggu, 01 Mar 2020, Dibaca : 1776 Kali

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepertinya bakal melakukan koalisi besar pada Pilkada tahun 2020 di Kabupaten Malang nanti. Terutama menghadapi pasangan Sanusi - Didik Gatot Subroto, yang resmi diusung PDI Perjuangan. Koalisi besar ini bisa saja terjadi seperti Kota Surabaya.
"Prediksi saya (PKB, red) berkoalisi dengan Partai NasDem. Syukur bisa melakukan koalisi besar seperti Kota Surabaya. Tetapi kepastiannya seperti apa saya tidak tahu, karena kewenangannya berada di DPP PKB," terang Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Malang, Ir. Kholiq.


Menurutnya, menghadapi Pilkada 2020 PKB Kota Surabaya telah melakukan koalisi besar dengan mengusung mantan Kapolda Jatim Irjen (Purn) Machfud Arifin, sebagai calon Wali Kota Surabaya. PKB berkoalisi dengan PAN, PPP, Partai Demokrat dan Partai Gerindra, untuk melawan calon dari PDI Perjuangan yang maju sendiri.
"Ketika di Kabupaten Malang bisa berkoalisi besar, maka peluang untuk menang semakin besar. Dan saya berharap koalisi besar seperti Kota Surabaya, bisa terjadi di Kabupaten Malang," jelas Kholiq.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang ini mengatakan, untuk rekom dari DPP PKB memang masih belum ada kepastian. Karena sampai saat ini masih digodok. Namun demikian, diperkirakan rekom dari DPP PKB akan turun pada awal bulan Maret ini.


Sejauh ini, setelah berpindahnya Drs. H. M. Sanusi ke PDI Perjuangan, ada empat nama yang sedang menjadi pertimbangan DPP PKB untuk dicalonkan maju dalam Pilkada 2020. Yakni, Hanif Dhakiri, Dr. Umar Usman, Hj. Lathifah Shohib serta Hasan Abadi. Nama terakhir yang merupakan Rektor Unira Kepanjen ini, masuk dalam signal calon PKB karena memiliki suara yang bagus di Kabupaten Malang.
"Semuanya sudah melakukan pendekatan dan komunikasi dengan DPP PKB. Termasuk Hasan Abadi ketika ada kegiatan di Jombang beberapa waktu lalu, terlihat berkomunikasi dengan Cak Imin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, red). Namun dari empat nama itu, menurut saya paling menguat adalah Hj. Lathifah Shohib," terangnya.
Disinggung untuk calon wakil atau N2, Kholiq mengatakan bahwa calon wakil Bupati Malang yang bakal diusung PKB bisa dari hasil koalisi. Tentunya calon wakil tersebut tidak lepas dari Nahdlatul Ulama (NU).
"Misalnya berkoalisi dengan NasDem. Dr. Umar Usman dan Hasan Abadi sebelumnya juga mendaftar sebagai calon ke NasDem, sehingga bisa saja diantara keduanya. Meskipun mendaftarnya N1, tetapi keduanya juga bersedia ketika dicalonkan menjadi N2," urainya.


Terpisah, Hasan Abadi, ketika dikonfirmasi mengatakan masih belum ada pembicaraan tentang N1 atau N2. Namun ia tidak mengelak terkait pendekatan dan komunikasi yang dilakukannya dengan DPP PKB untuk menghadapi Pilkada 2020.
"Nama saya disebut PKB, karena termasuk radar di PKB selain ada nama Gus Ali (Ali Ahmad) dan Dr. Umar Usman. Selama ini saya memang sedang memulai membangun komunikasi dengan PKB. Namun untuk mekanisme pencalonan, semuanya terserah dari DPP PKB ataupun DPP NasDem," ungkap Hasan Abadi.
Lebih lanjut, Hasan mengatakan bahwa dirinya akan mengikuti arahan dari para kiai, untuk dicalonkan sebagai N1 ataupun N2. Sekalipun arahan para kiai nantinya, Hasan hanya diminta menjaga arus kekompakan orang lain karena tidak mendapat rekom.
"Karena yang terpenting gerakan-gerakan NU bisa pada posisi yang tepat. Karena NU bukan partai politik, tetapi orang NU boleh berpolitik. Dan siapapun warga NU yang mendapat rekom, saya akan selalu mendukungnya," bebernya.


Begitu juga dengan Dr. Umar Usman, mengatakan masih menunggu petunjuk dari DPP PKB. Karena setelah pertemuan terakhir dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pada hari Jumat (21/2) lalu, informasinya akan ada pemanggilan lagi.
"Saya masih menunggu informasi dan petunjuk dari DPP PKB. Tetapi pada intinya saya yakin dan siap ketika memang mendapatkan rekom," papar Umar Usman.(agp/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Agung Priyo