MalangPost - PPP Klaim Didekati Sanusi

Selasa, 04 Agustus 2020

  Mengikuti :

PPP Klaim Didekati Sanusi

Minggu, 16 Feb 2020, Dibaca : 1092 Kali

MALANG – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Malang, mendapat dua kursi dalam Pileg 2019 lalu. Meskipun hanya dua kursi, namun Parpol berlambang Kakbah ini ternyata memikat para calon Bupati Malang. Siadi dari Partai Golkar serta Dsr. H. M. Sanusi dari PKB, telah melirik PPP untuk ikut mendukung mereka dalam Pilkada 2020.
“Sudah ada pendekatan dari beberapa Parpol. Pak Siadi dari Golkar dan Pak Sanusi dari PKB, sudah berkoordinasi dengan kami. Hanya tinggal menunggu rekom dari DPP PPP, mana yang nantinya menguntungkan untuk PPP,” ungkap Ketua DPC PPP Kabupaten Malang, Ahmad Daniyal.
Dengan ketertarikan dua calon tersebut, tentunya PPP sebagai partai kecil memiliki nilai plus yang memang patut diperhitungkan. Apalagi dalam Pilkada 2020, PPP tidak mau hanya sekadar menjadi penonton. Partai Persatuan Pembangunan ini siap memajukan calon wakil sebagai pendamping calon bupati.
Salah satu buktinya adalah dengan penerimaan pendaftaran calon wakil bupati (Cawabup) pada Desember 2019. Ada lima orang yang mendaftar ke PPP. Adalah Muhammad Fajar ST, warga asal Surabaya, yang merupakan Tenaga Ahli Managemen Propinsi Jatim. H. Yahya, seorang pengusaha yang juga alumni Ponpes Sidogiri.
Kemudian, Drs. Jufri Muhammad Adi, SH, MA, warga Kecamatan Lawang, yang merupakan Advokad dari Peradi Malang. Lalu, Hartitik, pengusaha asal Lawang, serta Awangga, Wakil Ketua DPC PPP Kabupaten Malang. “Semuanya ini mendaftar sebagai calon wakil bupati,” ujar Daniyal.
Dikatakannya, bahwa pembukaan pendaftaran calon yang dilakukan DPC PPP Kabupaten Malang berdasarkan juklak dan juknis DPW PPP Jatim. Petunjuknya, untuk wilayah yang mendapat di bawah 4 kursi di DPRD, boleh membuka pendaftaran dan tidak. Sedangkan yang di atas 4 kursi, harus membuka pendaftaran.
DPC PPP Kabupaten Malang yang mendapat 2 kursi, akhirnya membuka pendaftaran. Salah satu alasannya karena PPP, juga ingin meramaikan serta mensukseskan pesta demokrasi di Kabupaten Malang.
“Dengan keikutsertaan PPP dalam Pilkada, supaya masyarakat tahu bahwa PPP masih eksis dan tidak mati. Sekaligus bisa menjadi pijakan pertama untuk menuju 2024, supaya banyak masyarakat yang simpati ke PPP,” tuturnya.
Ketika nantinya rekom dari DPP, bahwa PPP hanya sebagai pengusung dan tidak bisa mengusulkan calon? Daniyal mengatakan, bahwa hal tersebut menjadi kewenangan DPP. Apalagi Parpol besar seperti PDI Perjuangan, PKB serta Golkar juga masih menunggu rekom dari DPP.
“Meskipun rekom menjadi kewenangan DPP, namun kami sudah menginstruksikan kepada lima pendaftar untuk bersosialiasi kepada masyarakat dengan mengenalkan dirinya. Bagaimana respon masyarakat yang nantinya bakal dipantau oleh Lembaga survey DPP,” bebernya.
Lebih lanjut, Daniyal menyampaikan bahwa dirinya berharap Pilkada 2020 di Kabupaten Malang nantinya bisa meminimalisir cost anggaran. Hal ini dikhawatirkan ketika cost terlalu besar, potensi korupsi dari calon terpilih sangat besar.
Karena calon yag terpilih nantinya, tidak mengemban tugas selama 5 tahun. Sebaliknya hanya 3,5 tahun, karena pada tahun 2024 akan dilaksanakan Pilkada serentak. “Sehingga mereka akan berusaha mengembalikan anggaran yang telah dikeluarkan, dan potensi korupsi pastinya ada,” paparnya.(agp/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Agung Priyo