Prajurit Divif 2 Kostrad Ikuti Rapid Test

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


Prajurit Divif 2 Kostrad Ikuti Rapid Test

Minggu, 26 Apr 2020, Dibaca : 1446 Kali

MALANG - Divif 2 Kostrad menggelar rapid test dalam rangka menghambat penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan Madivif 2 Kostrad. Rapid test dihelat di gedung indoor Madivif 2 Kostrad, Singosari. Rapid test merupakan metode pemeriksaan untuk melacak infeksi virus SARS-CoV-2 dengan mengambil sampel darah yang akurasinya mencapai 95 persen.


Hasil rapid test dapat diketahui dalam waktu sepuluh menit. Kegiatan ini diikuti sebanyak 413 prajurit satuan dalam Madivif 2 Kostrad. Di antaranya Denpal, Ajen, Denhub, Yonarmed 1 Kostrad serta Denpom Divif 2 Kostrad. Kegiatan ini bentuk langkah serius Pangdivif 2 Kostrad Mayor Jenderal TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr. melawan Covid-19.


Yuniarto memerintahkan satuan dalam Divif 2 Kostrad untuk lebih ketat melakukan pemeriksaan kesehatan. Caranya, adalah melalui rapit test guna mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan Madivif 2 Kostrad.
Komandan Batalyon Kesehatan 2 Kostrad Mayor Ckm dr. Ayiq Mahmud, Sp.OT menjadi koodinator tes.
 “Test Rapid ini bukan untuk diagnosa Covid-19 secara langsung, karena rapid test yang kita gunakan adalah rapid test yang berbasis pada respon imunologi untuk melihat respon antibodi yang ada dalam tubuh. Jadi hasil pengukuran akan menjadi deteksi awal pemeriksaan lanjut,” ujar Ayiq.


Danyonkes 2 Kostrad menjelaskan dalam test ini diawali dengan pengukuran suhu tubuh para prajurit dengan menggunakan thermo gun. Lalu, para prajurit memakai rapid test kit blood sampling. Pengambilan sampel darah para prajurit akan diperiksa dan ditunggu selama 15 menit. Dari situ, akan didapatkan hasil dari pemeriksaan darah.
“Selain itu, bagi prajurit yang merasa dirinya ada gejala, suhu tubuh di atas 37 derajat, ada batuk dan sesak nafas segera periksakan menggunakan alat rapit test yang telah kami sediakan guna mengetahui secara dini,” bebernya.


Dia menegaskan bahwa penderita gejala ini belum tentu menderita covid. “Hasil positif pada rapid test tidak serta-merta seseorang sebagai penderita Covid-19, mesti diikuti dengan RT-PCR. Ini penting untuk menghindari stigmatisasi di tengah masyarakat kepada yang rapid test positif. Hasil negatif bukan berarti bebas Covid-19. Harus tunggu sepuluh hari,” tambah Ayiq.


Bila hasil negatif setelah 10 hari, maka bisa bebas Covid-19. Dari hasil pemeriksaan rapid test ini tidak ada prajurit yang dinyatakan positif. “Namun demikian, kami tetap menekankan kepada seluruh prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad untuk menjaga kesehatan masing-masing. Makan sayur dan buah, rutin cuci tangan pakai sabun, olahraga dan istirahat cukup serta gunakan masker,” tutupnya.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira