MALANG POST - Program Bilingual Sekolah Akhlak Pelita Hidayah, Bahasa Dan Budaya Harus Sejalan

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Program Bilingual Sekolah Akhlak Pelita Hidayah, Bahasa Dan Budaya Harus Sejalan

Senin, 20 Apr 2020, Dibaca : 2619 Kali

MALANG - Perkembangan teknologi di masa kini tersentuh masyarakat dari berbagai kalangan usia. Beragam media seperti televisi, internet dan lain sebagainya, menyajikan beragam tayangan yang kadang lepas dari nilai budaya, termasuk penggunaan bahasa dari tayangan tersebut.
Sebut saja sebuah film berbahasa Inggris. Jalan cerita yang panjang harus ditayangkan dalam durasi yang terbatas kadang kala tidak mengindahkan tata bahasa yang sesuai dengan budaya yang berlaku di Inggris. Bahayanya hal tersebut ditonton oleh anak, dipelajari dan dicontoh dalam percakapan sehari-hari.


Kepala Badan Standarisasi Pengelolaan Pendidikan (BSPP) Yayasan Pelita Hidayah, Dr. Dhiah Saptorini, SE., M.Pd. mengatakan, untuk memfilter asupan bahasa yang diperoleh siswa dari berbagai tayangan media tersebut, diperlukan peran lembaga pendididikan. Sehingga dinilai sangat tepat, jika Sekolah Akhlak Pelita Hidayah dari dulu mengembangakan program bilingual. Mulai TK Plus Al-Kautsar, SD Plus Al-Kautsar dan SMP Plus Al-Kautsar.
“Masih banyak hal yang belum dipahami oleh anak tentang penggunaan bahasa dari tayangan film dan sebagainya. Apalagi orang tua tidak ware dengan batasan usia, maka peran lembaga pendidikan sangat penting,” ucap Rini, sapaan akrabnya.


Ia mengungapkan, bahwa bahasa memiliki nilai budaya yang tinggi. Di dalam bahasa, ada nilai kesantunan, termasuk Bahasa Inggris. Sebagaimana Bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa, dalam Bahasa Inggris pun terdapat tingkatan bahasa.

“Kami di Sekolah Akhlak Pelita Hidayah mengajarkan itu melalui program bilingual yang tepat, dengan menyisipkan nilai budaya dan akhlak di dalamnya,” ujarnya.


Rini menambahkan, meskipun ada batasan dari Mendikbud untuk tidak mengajarkan Bahasa Inggris pada siswa SD dengan alasan siswa belum memahami Bahasa Ibu, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa anak SD pun sulit untuk menutup diri dari terpaan teknologi.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Sekolah Akhlak Pelita Hidayah tetap konsisten dengan program bilingualnya. Dan yang jelas, hasil dari program tersebut menjadi bekal bagi siswa untuk dapat bergaul secara internasional dengan bahasa dan cara yang tepat.


Culture of language atau budaya bahasa tetap menjadi prioritas. Karena setiap bahasa memiliki penguatan budaya yang berbeda.

“Mengajarkan  bahasa tanpa mengajarkan budaya bahasanya menjadi percuma, keduanya harus sejalan. Tidak ada salahnya kita menguasai bahasa orang lain dengan tetap menjunjung tinggi bahasa sendiri. Framenya kembali pada akhlak,” tegasnya.


Di sisi lain, lanjut Rini, sarana teknologi seperti gadget dan lain sebagainya, terprogram dengan Bahasa Inggris. Banyak aplikasi dan fitur di dalamnya dengan menggunakan bahasa internasional tersebut. “Bagaimana anak kita bisa menikmati sarana teknologi digital kalau kita tidak menguasai bahasanya,” tandas dia.


Sekolah Akhlak Pelita Hidayah kini membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru. Prosedur pendaftaran dilakukan dengan sistem online dan offline. Pendaftaran offline bisa dilayani di masing-masing unit kerja, TK, SD dan SMP Plus Al-Kautsar. Sedangkan pendaftaran online bisa diakses melalui laman web resmi yayasan, www.sekolahakhlak.com. Mulai tahun ini, Yayasan Pelita Hidayah telah membuka lembaga SMA Plus Al-Kautsar untuk tahun ajaran 2020-2021. (imm/sir/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Imam Wahyudi