MalangPost - PSBB di Pasar Pagi , Pembeli Berdesakan, Parkir Masih Amburadul

Senin, 13 Juli 2020

  Mengikuti :

PSBB di Pasar Pagi , Pembeli Berdesakan, Parkir Masih Amburadul

Kamis, 21 Mei 2020, Dibaca : 3150 Kali

BATU - Pelaksanaan PSBB menjadi perhatian penting bagi eksekutif dan legislatif di Kota Batu. Terutama penerapan Perwali Kota Batu Nomor 48 Tahun 2020 di Pasar Pagi Kota Batu bagi pedagang dan pengunjung.
Rabu (20/5), eksekutif diwakili oleh Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso, MM dan Kepala Diskumdag, Eko Suhartono bersama legislatif yang diwakili oleh Komisi B dan C DPRD Kota Batu meninjau penerapan PSBB di Pasar Pagi.


Dari pantauan Malang Post di Pasar Pagi Jalan Dewi Sartika, tampak menerapkan physical distancing secara maksimal untuk para pedagannya. Tiap lapak berjarak 2 meter, begitu juga dengan penggunaan masker bagi pedagang.
Hanya saja, kondisi berbeda dilakukan pengunjung. Sekalipun sebagian besar sudah bermasker, untuk jarak atau penerapan physical distancing antara pengunjung tak terlihat. Desak-desakan tak terelakan. Hal ini ditengarai karena sempitnya Pasar Pagi, terutama di bagian tengah. Sedangkan bagian bawah dan atas pengunjung sudah berjarak karena memang areal yang luas.

Perlu diketahui Pasar Pagi terbagi menjadi tiga. Bagian bawah yang menempati areal parkir Pasar Buah atau bawah,  areal parkir Pasar Besar atau tengah, dan areal parkir samping Pasar Sayur atau atas.


Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M menyampaikan bahwa hari keempat diberlakukannya PSBB, pihaknya memang bersepakat dengan Komisi B dan C untuk meninjau di Pasar Pagi Batu.
"Kami bersama Komisi B dan C memang bersepekat untuk meninjau PSBB di Pasar Pagi. Itu karena pasar jadi kluster baru penularan Covid-19. Selain itu pedagang pasar dari berbagai pasar lainnya seperti Karangploso dan Pujon juga hadir disini," ujar Punjul kepada Malang Post.


Dari hasil tinjauan yang dilakukan, pihaknya akan menyampaikan kepada Diskumdag untuk mensosialisasikan agar pengunjung menerapkan physical distancing. Karena hal tersebut yang paling tampak dan sulit diterapkan.
"Nanti dibikin evaluasi. Tentu ada rekomendasi dari komisi B dan C. Kemudian disampakan ke Gugus Tugas Covid-19 agar pasar sesuai yang diharapkan dan menerapkan Perwali PSBB," terangnya.


Selain itu, agar tidak ada sanksi bagi bagi pedagang dan pembeli karena tidak menerapkan physical distancing, pihaknya akan meminta Satpol PP berjaga di Pasar Pagi. Sehingga ada OPD penegak aturan yang langsung memberikan sanksi.
"Imbauan kami ke masyarakat Batu agar physical distancing dilakukan. Ini upaya agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. Jika ada yang melanggar, untuk Pasar Pagi khususnya, bisa diterapkan sanksi sosial dan juga larangan berjualan bagi pedagang," terangnya.


Tak hanya itu, kedua pihak legislatif juga mengusulan agar memanfaatkan lajur kiri Jalan Dewi Sartika untuk digunakan parkir pedagang dan pembeli. Selain itu, memanfaatkan terminal Batu untuk parkir dan juga ruang parkir di belakang kantor Dishub Provinsi Jatim yang ada di terminal Batu.


Sementara itu, salah satu Anggota DPRD Kota Batu Didik Machmud yang turut serta dalam meninjau Pasar Pagi mengapresiasi Diskumdag yang telah meminta pedagang pasar untuk penerapan physical distancing.
"Kami apresiasi apa yang telah dilakukan. Hanya saja untuk parkir perlu dikondisikan agar tertata rapi. Artinya ini butuh koordinasi dengan Dishub. Serta kami minta Satpol PP untuk turun mengawasi langsung. Ini agar penerapan physical distancing benar-benar maksimal bagi pedagang dan pembeli," pungkasnya. (eri/ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Kerisdiyanto