PSM Partai Neraka Arema | Malang Post

Selasa, 12 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 16 Okt 2019, dibaca : 1773 , parijon, stenly

MALANG POST – Arema FC memulai jadwal neraka di kandang lawan, Rabu (16/10) malam ini. PSM Makassar, menjadi lawan pertama tim berjuluk Singo Edan itu. Dalam kurun waktu delapan hari, Arema harus bermain selama tiga kali. Tampil di kandang lawan tak membuat Dedik Setiawan dkk keder.
Usai jeda kompetisi karena FIFA matchday, Arema bertanding di tiga kota yang ada di tiga pulau. Selain melawan PSM Makassar nanti malam, empat hari kemudian Arema harus bermain di Pulau Kalimantan. Tepatnya di Tenggarong yang menjadi homebase Persipura. Lalu, di laga away terakhir, Arema bakal berpindah ke Pulau Jawa, melawan Tira Persikabo di Bogor, pada 24 Oktober 2019.
Praktis, tidak hanya mental bermain di kandang lawan yang bakal menjadi tantangan. Fisik pun harus tetap dijaga
Pelatih Arema, Milomir Seslija menuturkan, timnya akan memulai laga away-nya dengan tidak mudah malam ini. Sebab, lawannya adalah PSM Makassar, tim yang dikalahkan Arema dua pekan lalu di Stadion Kanjuruhan Kepanjen dengan skor 2-0.
“Ini akan menjadi laga yang susah. Kami akan melawan PSM yang pasti memiliki motivasi besar dalam melawan kami,” tuturnya.
Tim Juku Eja tampaknya tidak ingin sekadar balas dendam pada Arema. Tim tersebut mencoba mencari pelampiasan usai kalah dalam tiga laga beruntun saat away. Singo Edan harus bisa meredam ambisi balas dendam tuan rumah.
“PSM juga merupakan tim yang kuat saat bermain di kandang. Kami punya catatan tidak bagus beberapa tahun terakhir saat bermain di Makassar,” tutur itulah.
Hanya saja, pelatih dengan sapaan akrab Milo itu menegaskan, bila dirinya sudah menyiapkan formula untuk menghadang PSM Makassar. Sekalipun, Arema juga datang dengan materi tidak lengkap dalam laga ini.
“PSM susah karena mereka tidak menang dalam tiga lagi. Tetapi kami juga susah, karena bermain tanpa lima pemain. Tiga ke Timnas, dua masih cedera. Kami butuh energi yang cukup besar untuk melawan PSM,” terangnya.
Menurutnya, melawan PSM  timnya butuh energi yang dia anggap sebagai salah satu formula melawan PSM. Ia ingin terus anak asuhnya bergerak, seperti ketika pertemuan pertama di Malang. Milo paham, bila tim asuhan Darije Kalezic itu memiliki kekuatan di lini tengah dan juga umpan-umpan panjang yang akurat.
“Selain energi, saya ingin pemain bermain dengan sepenuh hati,” tegas dia.
Pelatih berusia 55 tahun itu menuturkan, timnya harus siap dengan keinginan balas dendam dari PSM Makassar. “Itulah mengapa saya bilang akan menjadi laga yang sudah. Kami akan membangun tim yang kuat dan fight menghadapi semua tantangan,” imbuhnya.
Milo menegaskan, malam ini timnya ingin menang. Ia tidak mau datang dengan bermain parkir bus, menumpuk pemain di belakang yang berarti pula menunggu serangan lawan.
“Kami datang untuk menang. Kalau ingin menang, artinya kami harus main bagus,” tutur pria asal Bosnia itu.
Sementara itu, Pelatih PSM, Darije Kalezic menuturkan, kekalahan di Malang masih segar di ingatannya. Ia pun ingin mendapatkan kemenangan di Makassar alias balas dendam.
“Kami memang kalah 2-0 di Malang. Tetapi, kalau kita ingat, kami punya kepercayaan diri. Kami kalah karena alasan yang penting dan krusial. Wasit memberikan kartu kuning dua kali dalam waktu dua menit,” ujarnya.
Untuk itulah, dirinya sangat menantikan laga malam ini. Kini, giliran PSM di hadapan pendukung sendiri, siap dibalas dan timnya bakal mendapatkan tiga poin.
“PSM punya banyak peluang mencetak gol waktu itu. Sekarang saatnya kami yang dapat kemenangan,” papar dia.
Menurut dia, timnya kini bersemangat usai liburan. Ia menilai, anak asuhnya diharapkan sudah lebih fresh menghadapi sisa kompetisi, termasuk melawan Arema.
“Ada beberapa hal yang akan kami tunjukkan nanti dalam pertandingan, hasil dari refresh selama liburan,” pungkasnya.(ley/ary)



Minggu, 03 Nov 2019

Berikutnya, Hadapi Madura United

Loading...