Puting Beliung Porak Poranda Malang Utara | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Puting Beliung Porak Poranda Malang Utara

Rabu, 04 Des 2019,

MALANG - Hujan deras disertai angin kencang Selasa (3/12) sore menimpa tiga desa di wilayah Kecamatan Singosari. Yakni Desa Dengkol, Baturetno dan Langlang. Berdasarkan informasi, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ini, mengakibatkan belasan rumah warga rusak.
Di Desa Dengkol, ada lima rumah warga yang rusak ringan pada bagian atapnya. Kemudian di Desa Baturetno, ada sebelas rumah yang terdampak. Selain atap rumahnya yang jebol, ada satu rumah yang dinding belakang sampai roboh. Sedangkan di Desa Langlang, satu rumah milik Supaat, atapnya rusak dan bangunan belakang rumah roboh.
Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo mengatakan rumah warga yang rusak dan terdampak, masih proses pendataan. "Anggota masih di lokasi kejadian untuk mendata. Tidak ada korban jiwa, hanya mengakibatkan belasan rumah warga rusak," jelas Mudji Utomo
Sementara itu, Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi mengunjungi  Dusun Jatiarjo, Desa Gunungjati, Kecamatan Jabung, Selasa (3/12) . Sanusi langsung melihat 59 rumah warga yang rusak akibat hujan deras disertai angin kencang, yang melanda wilayah tersebut pada Senin (2/12) sore.
Sanusi didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bambang Istiawan, Kepala Dinas Sosial, Nurhasyim.  Selain melihat kondisi rumah warga yang rusak, juga memberikan bantuan sembako.
"Bencana alam memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Oleh sebab itu, masyarakat harus selalu siap dan siaga ketika ada hujan lebat disertai dengan angin kencang," terang Sanusi.
Terkait dengan kerusakan rumah warga tersebut, Sanusi mengatakan, akan ditanggung oleh BPBD Kabupaten Malang. Karena anggaran untuk bencana alam melekat di BPBD.
Berdasarkan data di BPBD Kabupaten Malang, anggaran untuk kedaruratan seperti bencana alam, total ada Rp 1 miliar. Dan sejauh ini, sudah terserap sekitar Rp 700 juta, untuk perbaikan rumah warga yang terdampak bencana.
Selain anggaran di BPBD, juga ada anggaran cadangan lain yang berada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Totalnya ada sebesar Rp 5 miliar, dan anggaran tersebut masih utuh belum terpakai.
"Segera dihitung semua kerugian dan cepat diselesaikan. Kerusakan rumah warga segera ditangani dan dibantu semuanya," ujarnya.
Lebih lanjut, Sanusi, juga meminta masyarakat untuk tetap waspada. Karena memasuki musim hujan, bencana alam bisa terjadi sewaktu-waktu. Semua kecamatan di Kabupaten Malang, berpotensi terjadi bencana alam.
Untuk diketahui, hujan deras disertai angin kencang, menerjang wilayah Malang Utara, Senin (2/12). Akibatnya puluhan rumah warga rusak. Selain rusak ringan, beberapa di antaranya juga mengalami kerusakan sedang dan berat.
Di Dusun Jatiarjo, Desa Gunungjati, Kecamatan Jabung, total ada 59 rumah warga yang rusak. Semuanya berada di wilayah RW07. Rinciannya, 41 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang dan 12 rumah rusak berat.
Selain itu, hujan deras disertai angin kencang juga melanda Dusun Plosokerep, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari. Akibat kejadian ini, satu rumah warga milik Rendik Fidianto, 32, mengalami kerusakan. Rumah rusak, karena tertimpa tiang listrik yang roboh lantaran tidak kuat menahan terpaan angin.
Termasuk juga mengakibatkan belasan pohon roboh di Bandara Abd Saleh Pakis. Pagar ring 1 sepanjang 1 kilometer di Skadron 4 Lanud Abd Saleh juga rusak.
 "Kebanyakan kerusakan terjadi pada atap rumah. Tidak ada korban jiwa, hanya berdampak kerugian materil saja," jelas Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo.
Menurutnya, selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, hujan deras dan angin kencang tersebut juga mengakibatkan banyak pohon tumbang. Beberapa di antaranya pohon yang tumbang menimpa rumah warga. (agpvan)

Editor : Vandri
Penulis : Agung

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...