Rangkul Usaha Kecil dengan Katalog Online

Rabu, 27 Mei 2020

  Mengikuti :


Rangkul Usaha Kecil dengan Katalog Online

Sabtu, 18 Apr 2020, Dibaca : 4614 Kali

COVID-19 membuat gejolak di berbagai sektor. Usaha kecil  merupakan salah satu yang terdampak.  Menghadapi kondisi ini,  para pelaku usaha mikro mencari alternatif atau jalan lain agar dapur tetap ngebul. Namun demikian, naluri sosial mereka tetap hidup dalam situasi sulit.


Sebanyak 15 pelaku usaha mikro terdiri dari 15 orang berlatar belakang petani, reseller produk padat karya, penjual kopi lokal dan banyak lagi memiliki inisiatif  membuat katalog online. Katalog itu dinamai Tuku Nuku.
Salah satunya adalah Zaenal Arifin. Pelaku usaha mikro yang berjualan kerajinan kayu seperti alat dapur dan alat pijat tradisional. Sehari-hari jual secara online dan sewa gerai di JTP 1 Kota Batu.  Tapi saat ini tutup sementara waktu akibat Covid-19.
"Katalog online Tuku Nuku ini ide dari 15 warga Kota Batu. Tujuannya membuat  katalog online di www.tukunuku.store untuk menampung produk-produk yang berserakan akibat pandemi Covid-19," ujar Ipinn sapaan akrabnya kepada Malang Post.

   Baca juga : Omzet Batik Turun, Aksi Sosial Lancar


Alumnus Fakultas Ekonomi UB ini menerangkan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan produk-produk UKM yang hampir kolaps terdampak Covid-19 dalam satu katalog. Dalam katalog itu produk apapun diwadahi.
Mulai dari makan dan minuman, kerajinan, produk kreatif seperti masker ditampung. Namun hanya khusus Kota Batu. Kemudian nantinya akan dipromosikan ke medsos, blog, perbankan, Pemkot Batu, BUMN, BUMD, Pemdes, DPRD hingga perusahaan swasta.
"Ini hari kedua kami mulai progres. Kami masih menampung data pelaku UKM. Sekarang sudah masuk 26 pelaku UKM yang mendaftar. Nantinya setiap pelaku maksimal lima produk," terang pria 49 tahun ini.


Lebih lanjut, launching katalog pertama akan berisi 25 UKM. Kemudian dilanjutkan tahap berikutnya untuk setiap 25 UKM yang mendaftar. Beberapa contoh produk yang sudah masuk seperti sayur dan jambu dari petani Bumiaji. Produk makanan siap saji rice bowl, mie sayur dan masih banyak lagi. Dalam konten, lanjut dia, nantinya akan mendeskripsikan foto produk, kontak, dan harga.
"Nah nantinya kami berharap katalog ini bisa berkelanjutan pasca pandemi Covid-19. Serta dengan adanya katalog ini kami berharap instansi negeri maupun swasta juga mendukung UKM dalam menjual pruduk," paparnya.


Meski tak bisa mencakup semua pelaku UKM produk lokal Kota Batu, Ipinn mengungkapkan, setidaknya ada ruang bagi pelaku UKM di tengah pandemi Corona. Untuk diketahui, tercatat jumlah pelaku UKM di Kota Batu mencapai 1.200 yang aktif.
Tak hanya itu, pihaknya juga merangkul jasa kurir lokal (Kulo) yang tidak masuk dalam aplikasi untuk proses pengiriman produk yang terjual melalui Tuku Nuku. Khususnya bagi Kulo yang terdampak pekerjaan akibat Covid-19 ini.


Sementara itu, dalam kesehariannya Ipinn berjualan produk kerajinan tradisoonal melalui online. Dengan adanya pegebluk ini, warga Jalan Ikwan Hadi,  Ngaglik, Kota Batu ini sangat merasakan penurunan penjualan mencapai 70 persen.
Sehingga apa yang dirasakannya tersebut dan pelaku usaha lainnya yang tergabung dalam pelaku usaha lokal Kota Batu, menjadi langkah baginya bersama 15 orang lainnya menginisiasi katalog online Tuku Nuku.


Tak hanya itu, ditambahkan oleh Muhammad Anwar yang juga inisiator Tuku Nuku bahwa beberapa pelaku usaha yang tergabung telah melakukan kegiatan sosial di tengah pandemi. Di antaranya menyumbang APD bagi tenaga medis di Karsa Husada dan beberapa Puskesmas di Kota Batu.
"Untuk bantuan sosial ada beberapa pelaku usaha yang sumbangkan APD Cover All. Kedepannya setelah Tuku Nuku berjalan juga akan kami manfaatkan sebagai wadah untuk penyaluran donasi bagi warga terdampak. Mungkin bisa melalui penyaluran produk makanan dan minuman bagi warga terdampak," pungkasnya. (eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Kerisdiyanto