MalangPost - Rapid Test Massal Terkendala Anggaran

Senin, 13 Juli 2020

  Mengikuti :

Rapid Test Massal Terkendala Anggaran

Jumat, 05 Jun 2020, Dibaca : 1287 Kali

MALANG - Rapid Test massal guna mempercepat penanganan penyebaran Covid-19, nampaknya belum dapat dilakukan di Kota Malang. Hal ini diketahui dikarenakan terbatasnya anggaran. Hal ini dijelaskan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni belum lama ini saat menanggapi usulan DPRD Kota Malang untuk melakukan rapid test secara massal kepada warga Kota Malang.
“Memang ada keterbatasan anggaran disini. Maka yang selama ini kita lakukan adalah memprioritaskan rapid test pada beberapa kategori masyarakat yang beresiko saja,” tegas perempuan yang akrab disapa Sri ini.


Ia menjelaskan biaya alat rapid test ini pada satu boks-nya paling mahal adalah Rp 5,5 juta. Isi satu boks ini adalah 20 biji alat. Rata-rata harga alat rapid test yang juga diadakan Dinkes Kota Malang berkisar Rp 160 ribu sampai Rp 300 ribu per satu alat rapid test.
Maka, lanjutnya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Malang yang hampir menyentuh satu juta jiwa, diperlukan anggaran yang sangat besar.
“Jadi selama ini kita masih prioritas saja penggunaannya. Bagi mereka yang kontak erat dengan pasien konfirm positif dan kelompok beresiko dan yang terjaring pada protokol-protokol kesehatan yang diberlakukan,” tandas Sri.


Menurut data per tanggal 3 Juni 2020 lalu, alat rapid test yang sudah digunakan tercatat sebanyak 2.140 alat. Pemkot Malang mengadakan kurang lebih 10 ribu alat rapid tes sejak awal anggaran-anggaran di re alokasi untuk penyediaan peningkatan kapasitas kesehatan dan sarana prasarana kesehatan belum lama ini.
Sementara itu Sekda Kota Malang Drs Wasto menjelaskan pula bahwa anggaran masih akan terus dilakukan refocusing dan realokasi. Untuk peningkatakan sarana prasarana kesehatan tetap pula menjadi tujuan alokasi utama.
“Rapid test secara random sudah beberapa kali dilakukan salah satunya kami lakukan di kawasan dengan kepadatan yang signifikan. Seperti pasar-pasar dan terakhir kita lakukan rapid di kafe-kafe,” tandas Wasto.


Sementara ketersediaan rapid test masih diprioritaskan bagi mereka yang beresiko, Pemkot Malang juga terus mencari formula agar dapat memperlambat dan mencegah penyebaran Covid-19 dengan efektif lainnya. (ica/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Francisca Angelina