MALANG POST - Rasakan Quality Time Bersama Keluarga

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Rasakan Quality Time Bersama Keluarga

Rabu, 22 Apr 2020, Dibaca : 2442 Kali

MALANG - Suka dengan politik, kerap berada di luar untuk kegiatan sosial dan masyarakat, ditambah menjalani usaha kuliner, Lalily Fitriyah Liza Min Nelly, tidak lupa akan kodratnya sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya. Ia pun memiliki waktu kebersamaan dengan keluarganya di sela kesibukannya.
“Kita boleh dan memang harus mengembangkan bakat diri sendiri. Di karir hingga politik, tapi tetap kodrat sebagai wanita tidak bisa dikesampingkan,” jelas Nelly.


Istri dari Yahya Bamzeruk dan ibu dari Amar serta Hanin ini mengungkapkan, pandemik Covid-19 memberikan berkah sendiri bagi keluarganya. Yakni sebuah quality time yang lebih panjang ketimbang biasanya.
“Memang sebelum ini saya kerja, anak-anak kegiatanya juga agak banyak. Jadi jarang ngobrol. Tapi, di masa pandemic ini jadi berubah. Saya jadi merasa, ngobrol saja itu sangat berharga,” terang dia.


Nelly menyampaikan, kedua anaknya pun banyak membagikan cerita tentang apa yang dirasakan dan menanyakan suatu rasa keingintahuan akan sesuatu kepadanya. Salah satunya sang anak lelaki, yang lebioh sering mengobrol dengan Nelly untuk membagikan pandangan terhadap sebuah isu negara. Sementara sang putri lebih banyak meluangkan waktu dengan Nelly untuk hal-hal yang unik.
“Kalau sama anak yang cowok, lebih sering dia tanya, misalnya kenapa Indonesia tidak lockdown saja dan hal-hal lain seputar pemerintah. Kalau anak perempuan dia suka ajak saya bikin video lucu di TikTok. Tapi, intinya ini quality time sekali,” papar perempuan yang juga terlibat dalam kepengurusan KONI Kota Malang ini.


Ia mengakui, apa yang dilakukan bersama keluarga di tengah masa pandemik Covid-19 ini sejatinya hal-hal sederhana. Seperti nonton bareng, sambil sesekali Nelly mengingatkan anak-anaknya untuk tetap di rumah saja, sedangkan dia dan suami juga masih mengurusi bisnis kulinernya.
Nelly mengatakan, ia dan sang suami memiliki usaha kuliner sate yang hingga saat ini masih memperkejakan sekitar 16 pegawai.

“Ya saya tetap memilih buka. Saya punya karyawan, saya nggak mau merumahkan mereka. Sebisa mungkin mereka harus tetap ada penghasilan. Tapi tetap kita imbau untuk terus pakai masker, selalu cuci tangan. Kursi meja di warung pun kita udah kurangi,” pungkasnya. (ica/ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Francisca Angelina