Resmikan Monumen Pesawat MIG 17 Fresco, Panglima TNI Berterimakasih Kepada Para Teknisi

Rabu, 16 Oktober 2019

Sabtu, 14 Sep 2019, dibaca : 2544 , udi, ira

MALANG – Setelah sekian lama direnovasi, monumen pesawat MIG 17 Fresco kembali tegak berdiri. Di Komplek Pagas, Singosari, monumen pesawat buatan Rusia inipun Jumat (13/9) sore diresmikan langsung oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. Dalam sambutannya, perwira tinggi dengan empat bintang di pundak inipun memberikan apresiasi kepada Danlanud Abd Saleh Marsma TNI Hesly Paat. Dimana melalui tangan dinginnya, Hesly tidak sekadar melakukan renovasi. Tapi juga mempercantik kawasan monumen. Sehingga Kompleks Pagas ini menjadi destinasi wisata baru yang indah, yang banyak dikunjungi masyarakat.

”Pesawat MIG 17 Fresco dengan register 1130 ini merupakan bagian dari sejarah tentang kejayaan armada udara. Sejarah ini tidak boleh dihilangkan,’’ katanya.

Dalam sambutannya, Hadi pun menceritakan tentang sejarah revolusi industri. Dimana revolusi industri pertama itu terjadi saat manusi menemukan mesin uap. Dan revolusi industri kedua adalah saat manusia dapat menciptakan ruang pembakaran.

Terciptanya ruang pembayakan ini kemudian dimanfaatkan manusia dengan mengganti alat tempur bertenaga piston dengan tenaga jet. ”Waktu itu di Indonesia memang belum bisa mengubah teknoligi itu. Tapi Presiden Sukarno saat itu memiliki visi dan misi yang sangat jauh ke depan, dengan mendatangkan teknisi dari  luar negeri. Para teknisi inilah yang kemudian melakukan Overhaul pada engine (mesin), sehingga pesawat milik TNI menjadi pesawat modern saat itu,’’ ungkap Hadi. Dia pun mengatakan, Satuan Pemeliharaan (Sathar) 31 yang ada di Lanud Abd Saleh menjadi tempat para teknisi untuk melakukan overhaul. Dan setelah itu, dibangunlah kompleks Pagas. ”Pagas itu singkatan Pancar Gas,’’ terang Hadi.

Seiring dengan diresmikannya monumen pesawat MIG 17 Fresco, selain menjadi bagian dari sejarah, sekaligus sebagai bentuk penghargaan kepada para teknisi. Karena dari tangan para teknisi overhaul engine pesawat MIG 17 pun berjalan sempurna.

”Monumen  MIG 17 ini juga didekasikan untuk para teknisi yang berjasa  dalam rangka  menjaga keutuhan NKRI. Karena dengan MIG 17   ini, Belanda angkat kaki dari tanah Papua. Kejayaan TNI atau ABRI saat itu terbesar di Asia,’’ tambah Hadi dengan bangga. Kinerja para teknisi ini juga diharapkan Hadi dapat ditiru oleh para yunior, agar mereka dapat bekerja dengan profesional

Sementara itu dalam sabutannya juga, Hadi tak lupa memberikan apresias kepada Komandan Lanud Abd Saleh yang sudah melakukan renovasi  monumen pesawat MIG 17. Sehingga kompleks Pagas menjadi kawasan yang indah dan banyak didatangi masyarakat.

Sementara itu, Danlanud Abd Saleh, Marsma TNI Hesly Paat  juga mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI, lantaran renovasi ini mendapatkan dukungan penuh dari Panglima TNI.  

Peresmian monumen pesawat MIG 17 ini sendiri ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon ke udara, yang dilanjutkan dengan foto bersama.(ira/udi)



Loading...