MalangPost - Salah, Hanta adalah Virus Baru

Sabtu, 08 Agustus 2020

  Mengikuti :

Salah, Hanta adalah Virus Baru

Senin, 30 Mar 2020, Dibaca : 9969 Kali

Beredar artikel berjudul “Muncul Virus Baru di China Selain Corona, #Hantavirus Bisa Membunuh dalam Hitungan Jam”. Menurut artikel ini, ada seorang pria asal Provinsi Yunnan, Cina, yang meninggal setelah terpapar virus Hanta saat naik bus menuju Provinsi Shandong. Akibatnya, seluruh penumpang lainnya mesti menjalani tes.
“Belum usai China pulih dari hantaman Virus Corona COVID-19, muncul virus baru yang lebih mematikan. Ya, daya membunuh virus baru yang dijuluki Hantavirus ini ternyata lebih cepat, hanya dalam hitungan jam.”
Artikel ini juga mengutip penjelasan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang menyebut bahwa virus Hanta menyebar lewat tikus dan lebih mematikan dari virus Corona Covid-19. Orang yang terinfeksi akan mati dalam hitungan jam.
Menurut artikel itu, kemunculan virus Hanta membuat panik karena bersamaan dengan mewabahnya virus Corona Covid-19. “Yang sedikit melegakan, meski daya membunuhnya lebih dasyat dari cirus Corona Covid-19, virus ini tidak menular dari manusia ke manusia,” demikian narasi di bagian akhir artikel tersebut.
Klaim bahwa Virus Hanta adalah virus baru adalah klaim yang salah. Virus Hanta pertama kali ditemukan pada 1950. Virus Hanta pun, yang menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), pernah mewabah di AS pada 1993. Virus Hanta adalah virus yang menyebar terutama dari tikus dan dapat menyebabkan beragam sindrom penyakit.
Manusia bisa tertular jika terpapar urin, kotoran, atau air liur dari tikus yang terinfeksi. Memang ada seorang pria dari provinsi Yunnan, Cina, yang meninggal karena terinfeksi virus Hanta. Ia meninggal di dalam sebuah bus ketika dalam perjalanan menuju provinsi Shandong.
Namun, dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), virus yang menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau sindrom paru-paru virus Hanta ini sudah pernah mewabah sebelumnya, yakni pada Mei 1993, di AS bagian barat daya, tepatnya di negara bagian Arizona, New Mexico, Colorado, dan Utah.
Wabah ini bermula ketika seorang laki-laki muda dari Suku Navajo yang sehat secara fisik menderita sesak napas dan dilarikan ke sebuah rumah sakit di New Mexico. Namun, ia meninggal dengan sangat cepat. Setelah ditelusuri, beberapa hari sebelumnya, tunangan laki-laki tersebut juga meninggal setelah menunjukkan gejala yang sama.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira