Saling Menguatkan, Yakini Ending Bahagia

Selasa, 26 Mei 2020

  Mengikuti :


Saling Menguatkan, Yakini Ending Bahagia

Sabtu, 21 Mar 2020, Dibaca : 2970 Kali

MALANG – Setiap hari, dr Ungky Agus Setyawan, SpP, Spesialis Paru RSSA Malang, sekaligus anggota tim garda depan penanganan covid-19 di Malang, harus berjuang menjaga kesehatannya. Bukan hanya kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mentalnya. Karena, tekanan, rasa takut, khawatir bercampur aduk menjadi satu dalam peluh perjuangan para tenaga medis melawan coronavirus.


Namun, Ungky tidak sendirian. Setiap hari, dia bertemu dengan orang-orang hebat di RSSA Malang, yang rela mempertaruhkan diri berpotensi tertular, untuk melayani pasien. Setiap hari, Ungky dan seluruh anggota tim medis, mulai dari bagian administrasi, pekerja laboratorium, ahli virus, sampai petugas kebersihan dan sekuriti, berjibaku menghadapi covid-19.
“Kalau bukan kami yang menangani pasien, siapa lagi. Karena saya dokter spesialis paru, saya harus siap,” ujar Ungky.


Layaknya medan tempur, Ungky saling mengandalkan dengan rekan-rekan satu timnya di garda depan. Setiap hari, mereka saling mengingatkan, saling support, saling dukung dan saling memberi dorongan moral, agar tak ada yang patah semangat.
Sebab, satu saja keresahan dan ketakutan menguasai, kondisi tubuh akan mengalami penurunan. Stres melanda, dan imunitas tubuh merosot. Situasi ini tidak baik bagi para tenaga medis seperti Ungky yang paling rentan terpapar coronavirus. Sehingga, para tenaga medis, selalu saling membangun optimisme.


Tidak ada yang tahu, termasuk Ungky, kapan mereka akan berhenti menangani pasien-pasien yang terjangkit coronavirus. Tapi, dia meyakini bisa melewati semua tantangan ini dengan saling menguatkan sesama anggota tim garda depan.

“Kami selalu saling menguatkan, dan membangun optimisme, yakin bahwa ending tantangan ini, adalah ending yang bahagia,” tegas dokter 40 tahun itu.


Selain membangun rasa optimis, pria yang sudah terjun di dunia kedokteran selama 10 tahun ini menambahkan, mengetahui batas diri sendiri adalah obat termujarab agar tak tertular. Jika para tenaga medis mulai merasa lelah, maka mereka harus langsung istirahat, untuk mencegah celah terpapar coronavirus.

“Berpikir positif sangat menolong imunitas tubuh. Tapi, selain itu harus kerja sesuai porsi. Jika sudah mulai merasakan lelah, maka harus segera istirahat. Harus tahu batas,” tutup Ungky. (fin/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Fino Yudistira