Sanusi Beri Sinyal Deklarasi

Minggu, 20 Oktober 2019

Selasa, 10 Sep 2019, dibaca : 1290 , vandri, agung

MALANG - Plt Bupati Malang Drs. HM Sanusi akhirnya mulai pasang ancang-ancang running Pilkada 2020. Politisi PKB itu belum menyebut nama parpol, tapi sudah beri isyarat deklarasi. Langkah ini sekaligus mengimbangi Sekda Kabupaten Malang Ir. Didik Budi Muljono, MT yang sudah mendaftar di PDI Perjuangan.
"Pada saatnya nanti akan saya deklarasikan. Yang jelas, Kabupaten Malang saya minta kondusif. Tidak ada gesekan karena Pilkada. Siapapun nanti pemimpinnya, itulah bupati kita," kata Sanusi.
Setelah beri isyarat deklarasi, Sanusi bungkam soal partai politik (parpol) yang bakal menjadi kendaraan politiknya. Ditanya kemungkinan tetap melalui PKB seperti Pilkada tahun 2015 lalu, ia belum memberi kepastian. "Lihat nanti saja seperti apa," kata mantan Ketua PKB Kabupaten Malang ini.  
Terkait langkah Sekda Didik Budi Muljono yang mulai meramaikan bursa pilbup, Sanusi pastikan tak ada gejolak di Pemkab Malang. Itu karena ia  akan menata internal pemkab
sesuai aturan dan mekanisme.
Namun sampai Senin (9/9), Sanusi mengatakan belum ada izin dari Didik terkait langkahnya maju dalam Pilkada 2020. Disinggung apakah nantinya merestui? "Kalau merestui kan harus ada izin. Sementara ini saya tidak mengizinkan, karena memang belum meminta izin," ucapnya.

Golkar Usung Siadi
Partai Golkar pastikan ikut bersaing dalam Pilkada tahun depan. Golkar akan mengusung calon dengan berkoalisi bersama parpol lain. Pasalnya untuk bisa mengusung pasangan calon bupati-wakil bupati  minimal harus memiliki 10 kursi di DPRD Kabupaten Malang. Sementara Golkar saat ini  hanya memiliki delapan kursi sesuai hasil Pemilu lalu. Untuk diketahui, dua parpol yang bisa mengusung sendiri tanpa berkoalisi yakni PDI Perjuangan dan PKB  yang sama-sama punya 12 kursi.
"Selama ini, kami sudah berkomunikasi dengan beberapa parpol," ungkap Wakil Ketua DPD Golkar Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo.
Dikatakannya, Golkar sudah menyiapkan figur yang akan diusung. Yakni Siadi, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang. Siadi dinilai memiliki power bisa bersaing dalam Pilkada 2020 nanti.
"Dari Golkar ingin maju dan mengusung calon sendiri. Calonnya N1 (bupati) bisa, kalau N2 (wakil bupati) bisa. Arahnya maju N1," tandas mantan anggota DPRD Kabupaten Malang periode 2014 - 2019 ini.
Sementara Partai Gerindra belum menentukan sikap. Ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang, Chusni Mubarok mengatakan sejauh ini sedang berproses untuk menghadapi Pilkada 2020 nanti.
Namun demikian, Chusni mengaku sudah ada beberapa calon yang mulai melakukan pendekatan dengan Gerindra. Termasuk juga berkomunikasi dengan parpol lain untuk bisa berkoalisi, supaya mengusung calon sendiri.
"Gerindra dengan tujuh kursi, membutuhkan koalisi dengan parpol lain. Komunikasi dengan parpol lain sudah kami lakukan. Termasuk juga ada beberapa calon yang melakukan pendekatan," jelas Chusni.
"Pastinya pada saat waktunya nanti, pasti akan kami umumkan mekanisme dan langkah politik apa yang dilakukan Gerindra untuk Kabupaten Malang," sambungnya.
Terpisah, Ketua DPD Nasdem Kabupaten Malang, Choirul Anam mengatakan masih menunggu instruksi dari DPP Nasdem terlebih dulu. Terutama petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis menghadapi Pilkada.
"Kami menunggu instruksi dari DPP dulu. Untuk mengusung calon, lihat perkembangan politiknya seperti apa. Pastinya, dari Nasdem untuk calon sudah ada," terang Anam. Ia melanjutkan, sebelumnya sudah berkomunikasi internal dengan parpol lain. "Namun itu rahasia kami," katanya.(agp/van)



Loading...