MalangPost - Satgas Covid -19 UB Simulasi Penanganan Jenazah Covid-19

Sabtu, 08 Agustus 2020

  Mengikuti :

Satgas Covid -19 UB Simulasi Penanganan Jenazah Covid-19

Kamis, 23 Apr 2020, Dibaca : 1578 Kali

MALANG - Satuan Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Universitas Brawijaya menyampaikan edukasi penyebaran Covid-19, dan edukasi tentang bagaimana menangani korban jiwa akibat penyakit tersebut. Edukasi itu disampaikan kepada warga kampung RW 2 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun,  Kota Malang, Rabu (22/4).


Tim Dokter Satgas Covid-19 UB, dr. Dwi Fitriani Arieza P., Sp.F mengatakan, sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak takut secara berlebihan ketika ada jenazah pasien terjangkit virus Covid-19 yang akan dikuburkan di wilayah mereka. Selain itu, upaya itu menyusul banyaknya penolakan masyarakat di beberapa daerah saat ada jenazah korban terjangkit virus Covid-19 yang akan dimakamkan. “Supaya tidak terjadi lagi, maka kami memberikan edukasi ke masyarakat soal korban meninggal karena corona," kata dr. Arieza kepada Malang Post.


Dia menambahkan, pemakaman jenazah terjangkit Covid-19 sudah sesuai dengan standar SOP pengamanan. Jenazah juga sudah diberi disinfektan hingga dibungkus kain kafan dan beberapa lapis plastik, sehingga dijamin aman dan tidak berbahaya bagi lingkungan. “Kami meminta agar masyarakat mengedepankan sikap toleransi dan empati kepada keluarga korban. Sehingga tidak ada lagi peristiwa penolakan jenazah korban virus Covid-19 di kemudian hari,” tandasnya.


Sementara itu, Ketua RW 2 Kelurahan Sukun Srinayu Setianingsih mengaku senang dengan adanya edukasi simulasi pemakaman jenasah Covid-19 di kampungnya. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat positif, karena penanganan pemakaman jenazah Covid-19 dilakukan sesuai dengan prosedur, sehingga warga dapat paham dan mengerti akan kekhawatiran jika terjadi penularan.
“Ya, karena banyak di beritakan bahwa ada kampung yang melakukan penolakan terhadap pemakamaan pasien Covid-19, sehingga hal itu membuat warga panik dan khawatir. Maka dengan adanya edukasi seperti ini tentunya warga bisa menjadi lebih paham dan bersikap toleransi,” ujarnya. (mp4/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Agiem Cristian