Satu Keluarga di Wamena Tak Bisa Pulang ke Kepanjen | Malang Post

Selasa, 12 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 13 Okt 2019, dibaca : 10593 , parijon, mp

MALANG - Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua beberapa waktu lalu, menyisakan duka. Ada satu keluarga dari wilayah Kabupaten Malang yang belum bisa pulang. Yakni Tutik bersama tiga cucu dan satu keponakannya, kini masih belum bisa balik ke Malang.
Mereka berasal dari RT 05 RW 03, Dusun Pepen, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen.  Padahal, mereka berharap segera balik ke tanah kelahirannya di Kabupaten Malang, karena masih trauma dengan peristiwa yang memakan banyak korban jiwa itu. Selain itu, harta bendanya yang ada di Wamena, sudah ludes terbakar.
“Satu keluarga ini ingin segera pulang kampong, karena tiga cucunya sudah mengalami trauma berat akibat kejadian tanggal pada 23 September lalu. Harta dan aset usahanya sudah habis dijarah pada saat kerusuhan,” kata Ketua Korwil Aremania Lembah Baliem, Slamet kepada Malang Post melalui telepon.
Bahkan Slamet, yang asli Arek Lawang itu mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang dialami keluarga Tutik. Tiga cucunya selalu menangis dan minta pulang ke Malang. Menurutnya, hingga sekarang ibu Tutik setelah kejadian aktivitasnya menjadi pembantu di salah satu warung makan di sekitar wilayah Kodim 1702 Jayawijaya.
“Hanya cari biaya untuk menyambung hidup selama masih ada di  Wamena untuk menghidupi tiga cucu dan satu keponakan. Sedangkan untuk biaya pulang ke Malang, sudah tidak ada lagi karena hartanya sudah ludes,” tambah pria yang sudah bertahun-tahun menetap di Wamena ini.
Menurutnya, dengan trasportasi seperti Hercules pun tak masalah, asalkan bisa sampai di Malang dan tidak ingin balik lagi ke Wamena. (jon)



Loading...