Satu Lagi Jembatan Jalan Semeru dibongkar

Rabu, 03 Juni 2020

  Mengikuti :


Satu Lagi Jembatan Jalan Semeru dibongkar

Kamis, 23 Apr 2020, Dibaca : 2892 Kali

BATU - Pasca banjir sungai Kebo di Jalan Semeru Kelurahan Sisir, Kota Batu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) membongkar plester menutup Sungai Kebo. Pembongkaran plester tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab banjir.

Diketahui, sepanjang Jalan Semeru, ada empat jembatan. Sebelum plester ataujembatan tersebut dibongkar, satu jembatan sudah dibongkar. "Sudah kami rapatkan dengan pihak setempat termasuk Lurah Sisir, Senin (20/4) lalu. Hasilnya sudah disetujui pemilik rumah, plester dibongkar," ujar Kabid Bina Marga DPUPR Kota Batu, Ferly Syahrudin kepada Malang Post.

 

Karena jembatan atau plester dibongkar, Dinas atau pihak lain nantinya membuat jembatan sementara dari bambu. Jambatan bambu tersebut digunakan pemilik rumah sebagai akses keluar masuk.

Mengenai pembangunan jembatan permanen setelah dibongkar, DPUPR sudah menganggarkan dari dana kedaruratan. Totalnya sekitar Rp 600 juta dan pengerjaan mulai 15 Mei.

 

Anggaran tersebut, kata dia, untuk membangun jembatan yang telah dibongkar. Rencananya ada empat jembatan yang dibongkar. Serta untuk menutup sungai dengan box culvert.

 

Sementara lambannya pembongkaran dan pembanguan jembatan di sungai Kebo, Jalan Semeru tdisayangkan anggora DPRD Kota Batu, Didik Machmud. Ia mengatakan, Pemkot harusnya membuat SOP percepatan pembangunan kondisi darurat banjir tersebut.

 

"Sesuai keadaan darutat atau urgent Pemkot seharusnyamembuat SOP percepatan dalam penanganan banjir di Jalan Semeru. Masalahnya dengan adanya jembatan ini setiap kali hujan, terjadi banjir," terang politisi Partai Golkar ini.

 

Pihaknya heran dengan penanganan yang lamban. Pasalnya pasca bencana banjir mulai dari Wali Kota sudah sering kali meninjau dan menginstruksikan agar OPD segera menjalankan rekomendasi.

 

"Bagaiamana kalau banjir tiap hari. Misalnya saja saat ada orang sakit  apakah harus menunggu SOP sebelum mati. Padahal anggaran sudah ada, tinggal Pemkot menyikapi," tegasnya.

 

Apalagi Wali Kota sudah meninjau lokasi pasca banjir dan meminta OPD segera melakukan perbaikan menggunakan dana kedaruratan. Hal itu, seharusnya bisa diterjemahkan oleh OPD. Jika ada kesulitan bisa segera melaporkan ke Wali Kota. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto