Sego Lombok Mbah Buyut Tetap Optimis, Gencarkan Promosi

Jumat, 29 Mei 2020

  Mengikuti :


Sego Lombok Mbah Buyut Tetap Optimis, Gencarkan Promosi

Selasa, 31 Mar 2020, Dibaca : 4113 Kali

MALANG – Social distancing selama masa penyebaran Covid-19 ini memberikan dampak menurunya pendapatan di sejumlah pedagang kuliner. Salah satunya Sego Lombok Mbah Buyut, kuliner yang menyediakan masakan serba pedas ini bahkan mengalami penurunan omset lebih dari 70 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Owner Sego Lombok Mbah Buyut, Riska Yulia Budi Utami. Dalam seharinya pada masa Covid-19 diumpamakan dalam satu hari bisa meraup omset sebesar Rp 10 ribu kini tinggal Rp 1000 – Rp 2000 saja.

“Begitu pula dengan take away karena mungkin masyarakat takut keluar rumah jadi pembelinya pun juga jarang. Pemesanan dari aplikasi online seperti Grab Food dan GoFood juga turun tapi pesan online ini menjadi pendapatan paling tinggi sekarang ini,” ungkap Riska, sapaan akrabnya.

Hal ini disebabkan dengan pesanan online inilah mereka tidak perlu datang ke lokasi untuk mendapatkan makanan pedas Sego Lombok Mbah Buyut. Penurunan pesanan ini juga bisa jadi disebabkan kekhawatiran dari masyarakat akan higinitas dari makanan maupun karyawan.

Namun Sego Lombok Mbah Buyut di tengah pendemi ini tetap optimis buka dengan berbagai cara. Termasuk menggencarkan promosi, selain itu juga tetap mengikuti anjuran pemerintah sering mencuci tangan dengan sabun saat melayani customer dan menjaga jarak minimal 1 meter.

“Setiap karyawan sebelum masuk kami cek dulu suhu tubuhnya dan customer yang masuk kami beri informasi tertulis untuk mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu,” terangnya.

Selain itu juga di lokasi Sego Lombok Mbah Buyut juga dilengkapi dengan beberapa panduan seperti jaga jarak dengan yang lain. Tempat keluar dan masuk berbeda agar tidak terjadi kontak secara langsung atau papasan saat hendak membeli dan menunggu pesanan.

Lebih lanjut, pada awalnya ia berencana memilih tutup sementara, namun ibu satu anak ini mempertimbangkan beberapa hal. Terutamanya dalam memastikan karyawannya tetap menerima upah bulanan guna memenuhi kebutuhan selama masa Covid-19.

“Takutnya karyawan saya tidak ada tabungan, apalagi mayoritas karyawan saya janda semua. Kalau mau tutup sementara juga bagaimana dan mereka juga meminta agar tetap buka, jadi warung tetap buka pas untuk menggaji karyawan,” papar Riska.

Ia melanjutkan bahwa Covid-19 ini memberikan dampak luar biasa terhadap usahanya. Lantaran penurunan sangat tajam dirasakan oleh Sego Lombok Mbah Buyut tentu ada beberapa kebijakan lainnya seperti mengistirahatkan sementara sebagian karyawannya.

“Dari total tujuh karyawan yang masih bertahan ada tiga, yang empat lainnya saya offkan sementara karena empat ini ada suami dan suaminya bekerja. Kalau yang tiga ini karena dia tulang punggung keluarganya,” tandasnya. (lin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Linda Elpariyani