MalangPost - Sekali Ikut Langsung Ketagihan

Selasa, 04 Agustus 2020

  Mengikuti :

Sekali Ikut Langsung Ketagihan

Senin, 13 Apr 2020, Dibaca : 3375 Kali

AJANG kecantikan jadi salah satu jalan meraih mimpi, pengetahuan dan  prestasi. Itulah yang dirasakan Akrima Fahma yang melanglang buana di berbagai ajang kecantikan.


Rima, sapaan akrab Akrima Fahma awalnya tak pernah membayangkan bakal terjun di dunia kecantikan. Karena dorongan orang-orang terdekatnya, ia akhirnya masuk dalam sejumlah kontes kecantikan.
" Eh, sekalinya ikut jadi ketagihan. Setelah itu berkeinginan terus ikut karena penasaran," ujar Rima.


Alasan terbesarnya bertahan di ajang kecantikan karena  suka mempelajari hal-hal baru. Serta dari kegiatan itu ia dapat pengalaman baru, pengetahuan baru, sekaligus teman baru.
"Karena menurut ku ajang pageant bukan cuma cantik-cantikan saja. Tapi bagaimana bisa merubah penampilan seseorang, mengisi otak dengan hal baru, serta memperbaiki attitude," terang perempuan yang tengah menyelesaikan pendidikannya di Politeknik Negeri Malang ini.


Lebih dari itu, banyak sekali ilmu yang ia dapat. Misalnya saat terpilih jadi First Runner Up Miss Batik Indonesia 2019 mendapat pengetahuan mengenai batik secara mendalam.  "Menariknya lagi, semua ilmu tersebut dapat aku terapkan di kehidupan sehari-hari," imbuh perempuan yang pernah masuk Top 15 Miss Global Jawa Timur 2018 ini.
Beberapa hal ia dapat dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari mengenai batik.


Karena saat ini dirinya aktif di dunia wedding organizer membuat pengetahuan mengenai batik sangatlah diperlukan.
Misalnya, terang perempuan kelahiran Bojonegoro, 23 Maret 1998 ini, dalam acara adat pengantin maupun orang tua tidak menggunakan motif yang sama. Serta orang tua biasanya menggunakan motif trumtum garuda yang bermakna menuntun.


Sedangkan manten menggunakan batik Sido Mukti atau Wahyu temurun yang bermakna kemakmuran dan anugerah yang diturunkan.
Kemudian mengenai etika tentunya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. “Sebagai contohnya saat mendapati tamu daerah atau tamu asing kita dapat menjamu dengan baik karena telah mendapatkan ilmunya," imbuh Rima.


Menurutnya, dalam etika makan badan harus tegak makanan yang menuju mulut bukan sebaliknya. Dalam etika duduk perempuan diperbolehkan menggunakan setengah bagian kursi, posisi miring ke samping dan kaki disilangkan.


Begitu juga mengenai public speaking. Dengan memiliki kemampuan public speaking yang benar, maka akan menjadikan seseorang lebih percaya diri. Serta meningkatkan kualitas diri dan menjadi pribadi yang lebih kritis. (eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Kerisdiyanto