MALANG POST - Selamatkan Surabaya Raya, Gubernur Inisiasi PSBB

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Selamatkan Surabaya Raya, Gubernur Inisiasi PSBB

Senin, 20 Apr 2020, Dibaca : 3240 Kali

SURABAYA – Langkah strategis menyelamatkan warga Surabaya Raya diinisiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Bersama Forkompimda Jatim, Minggu (19/04) sore , Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didatangkan ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, bersama kepala daerah Sidoarjo, dan Gresik.


Pemanggilan ini dirasa perlu untuk membahas secara konkret pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Surabaya Raya. Meski angka positif Covid-19 di Surabaya terus melambung, tetapi Pemkot Surabaya masih ogah-ogahan menerapkan PSBB.
Tidak hanya Risma. Sebagai ‘pendamping’ dipanggil pula Bupati Sidoarjo dan Bupati Gresik. Di mana kedua daerah penyangga Surabaya ini, jumlah positif Covid-19 juga meroket tidak terbendung.


Dalam pertemuan ini, Sidoarjo diwakili Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin. Sedang Gresik diwakilkan ke Sekretaris Daerah Pemkab Gresik, Nadlif.
Setelah melakukan rapat tertutup, akhirnya diputuskan Surabaya segera akan memberlakukan PSBB. Agar pelaksanaan PSBB di Surabaya efektif dan terarah diberlakukan juga PSBB di Sidoarjo dan Gresik.


Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, pemberlakukan PSBB di Surabaya bukan tanpa landasan yang kuat. Setelah mendengar masukan dari Tim Kuratif dan Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 kondisi Surabaya diperlukan perhatian khusus.
‘’Secara bersama-sama kami mengambil kesepakatan, hari ini , sudah saatnya di Surabaya, Kabupaten Gresik dan sebagian Sidoarjo saatnya dilakukan PSBB,’’ tegas Khofifah kepada wartawan usai pertemuan di Gedung Negara Grahadi, Minggu sore.


Disebutkan Khofifah, langkah-langkah berlapis diakuinya sudah dilakukan Surabaya, Gresik dan Sidoarjo untuk memutus rantai penularan Covid-19. Tetapi, semua itu membutuhkan tindakan yang lebih konkret, yaitu harus diberlakukan PSBB.
‘’Setelah ini, masing-masing kota dan kabupaten ditambah tim Polda Jatim dan Kodam Brawijaya juga DPRD, akan membatas detail Peraturan Gubernur yang sedang disiapkan,’’ ungkapnya.


Ditambahkan dia, hasil kesepakatan ini selanjutnya akan segera ditindaklanjuti dengan memenuhi seluruh administrasi terkait PSBB. Jika sudah siap Pemprov Jatim akan segera mengusulkan ke Kementerian Kesehatan untuk diminta persetujuan pemberlakuan PSBB di Surabaya.
‘’PSBB ini akan kami teruskan melalui surat resmi kepada Menkes. Dan disiapkan Pergub,  Perbup (peraturan Bupati) dan Perwali (Peraturan Wali kota), yang areanya masuk area PSBB,’’ pungkasnya.


Usai pertemuan, Khofifah sebenarnya memberikan waktu kepada Risma untuk memberikan keterangan tambahan kepada media. Sayang, Risma yang datang sekitar pukul 14.30 WIB di Grahadi ini, enggan memanfaatkan kesempatan ini.


Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun Malang Post menunjukkan, update positif Covid-19 di Kota Surabaya, per Minggu sore, mencapai 299 orang. Jumlah ini naik 29 kasus dibanding hari Sabtu sebelumnya yang hanya 270 orang.
Di Kabupaten Sidoarjo positif Covid-19,  per Minggu sore, mencapai 57 orang atau naik 1 orang dibanding Sabtu yang 56 kasus. Sedang Kabupaten Gresik jumlah positif Covid-19 sebanyak 20 orang.


Usai pertemuan, M Fikser Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya menyebutkan, secara teknis PSBB masih akan dibahas lebih lanjut.
‘’Pemerintah Kota Surabaya sudah menganggarkan penanganan Covid-19 sekitar Rp 196 miliar,” kata mantan Kabag Humas Pemkot Surabaya ini. (has/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Hary Santoso