Semangat Beraktivitas di Tengah Pandemi Covid 19

Kamis, 28 Mei 2020

  Mengikuti :


Semangat Beraktivitas di Tengah Pandemi Covid 19

Senin, 20 Apr 2020, Dibaca : 2871 Kali

Senin, 16 Maret 2020 menjadi hari bersejarah bagi saya, karena dilantik sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Widyagama (UWG) Malang. Capaian karir sebagai dosen diusia 40 tahun tentu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan waktu serta tenaga.


Setelah 5 tahun menjadi Kaprodi dan mampu mengantarkan Prodi Akuntansi meraih Akreditasi A, kini PR beratnya adalah mampu menjadikan seluruh Prodi di bawah Fakultas Ekonomi meraih predikat unggul. Tantangan adalah sehari setelah pelantikan, Rektor Universitas Widyagama mengeluarkan edaran, bahwa kuliah secara fisik ditiadakan dan diganti dengan kuliah daring. Semua aktivitas dikerjakan dari rumah atau yang kita kenal sebagai WFH.


Di tengah situasi Covid-19, kami harus mengkoordinasikan dengan jajaran untuk memastikan bahwa kuliah daring berjalan lancar sampai saat ini belum ada kendala yang serius terkait dengan perkuliahan, hanya kendala kuota mahasiswa yang cepet habis.
Program yang dijalankan adalah Fakultas Ekonomi Peduli Covid-19, yaitu program sosial dengan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian FE kepada masyarakat. Insyaallah kegiatan ini akan terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian kami di tengah adanya wabah Covid-19 yang menggerus ekonomi bangsa ini, dimulai dari lingkungan terdekat kami.


Program lainnya yang sudah terlaksana adalah program akademik, yaitu Seminar Daring yang mengusung berbagai tema menarik. Sementara Seminar Daring yang ke 2 dilaksanakan pada 16 April 2020 dengan mengambil tema “Dampak Covid 19 Terhadap Perekonomian Indonesia”.
Tema ini sangat menarik dan tepat untuk dibahas dalam seminar karena Perekonomian Indonesia bahkan dunia akan hancur jika pandemic Covid-19 tidak tertangani secara tepat dan cepat.  Seminar ini menghadirkan Dekan FEB Universitas Mercu Buana Jakarta kata Dr. Harnovinsah, by Zoom Meeting yang di ikuti oleh 90 peserta baik mahasiswa maupun dosen.  


Terkait dengan bisnis dibidang konsultan, kami sedang melakukan penyesuaian bisnis dengan alih teknologi, beberapa kegiatan kantor tetap dapat dilakukan dengan daring, karena semua karyawan bekerja WFH. Jadi di tengah kondisi Covid, saya tetap produktif dari rumah, tetap berkarya dan tetap bahagia. Yang menjadi catatan penting adalah kita sedang memasuki masa yang “tidak normal”, dan ini akan berjalan dalam waktu lama.


Oleh karena itu, butuh penyesuaian untuk mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan masa kini. Please jangan panik, karena panik hanya akan mengurangi kemampuan kita berpikir dan menurunkan daya tahan tubuh kita.


Meskipun sibuk berkarir di dunia pendidikan dan bisnis, harus tetap memposisikan keluarga menjadi urutan nomor satu. Menurut pandangan saya, perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk suskes seperti hal nya laki-laki. Perjuangan agar perempuan sejajar dengan laki-laki telah diperjuangkan sosok Kartini, pahlawan perempuan tanah air yang tak hanya harum namanya di tanah air, tetapi juga dunia. Kartini merupakan sosok pejuang emansipasi perempuan yang berhasil mengajak semua perempuan berpikir terbuka.


Dari Kartini kita bisa belajar bagaimana menjadi perempuan yang cerdas, perempuan yang berpikir terbuka dan mau hidup maju tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan. Dari sosoknya kita juga bisa belajar bagaimana menjadi perempuan dengan ide-ide brilliant, dengan pencapaian mengesankan dan dengan keyakinan yang mengagumkan tanpa melupakan takdirnya sebagai anak, istri juga ibu di keluarganya.


Oleh karena itu, sebagai perempuan, saya berpesan kepada perempuan Indonesia untuk melanjutkan perjuangan Kartini. Jadilah Kartini masa kini, terus belajar, perluas wawasan dan terus kembangkan kemampuan pada apa yang dirimu suka, namun bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang banyak. (*)

Editor : Redaksi
Penulis : Opini