MalangPost - Sempat Syok, Sembuh dari Corona karena Semangat

Sabtu, 08 Agustus 2020

  Mengikuti :

Sempat Syok, Sembuh dari Corona karena Semangat

Kamis, 16 Apr 2020, Dibaca : 4443 Kali

BATU – Satu pasien Covid-19 yang sembuh dari Kota Batu berbagi cerita tentang pengalamannya melewati masa-masa perawatan melawan virus. Dalam unggahan video resmi yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Batu, seorang perempuan tanpa menyebutkan nama, bercerita telah sembuh dari Corona.


Dalam video tersebut, perempuan tersebut bercerita kepada Kepala Dinas Kesehatan Batu drg Kartika Trisulandari tentang pengalamannya selama isolasi di RS Karsa Husada, Kota Batu.
Dari video tersebut perempuan yang bekerja di sebuah hotel itu bercerita, pada 17 Maret 2020 dari pihak Puskesmas berkunjung ke hotel tempatnya bekerja untuk screening. Beberapa hari kemudian dari pihak rumah sakit datang ke kontrakannya dengan upaya penjempuatan untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan setelah itu, dirinya dikarantina selama 14 hari.
“Yang menunjukkan gejala dites rapid dan swab. Saya bilang ke pihak Puskesmas, sebelum tanggal 17, saya ada gejala batuk ringan. Nah kemudian, saya dites rapid dan swab,” ujar perempuan tersebut dalam video.


Hasilnya diketahui 27 Maret, pihak Puskesmas berkunjung ke kost dan memberikan informasi kalau dia positif Covid-19. Saat mendengar keterangan tersebut, perempuan tersebut sempat panik dan syok.
Setelah dirinya dinyatakan positif Corona, ia menghubungi langsung keluarganya. Orang pertama yang ia hubungi adalah kakaknya.
“Perasaan saya panik, syok dan tidak percaya. Saya tanpa gejala dan sehat-sehat saja. Kemudian saya langsung telephon keluarga. Pertama kali yang saya hubungi adalah kakak saya. Kakak langsung syok dan kakak memberi semangat. Kakak mengatakan kalau semua penyakit ada obatnya dan saya pasti bisa sembuh. Kata-kata itu yang membuat saya semangat dan membuat saya berpikir positif,” terangnya.


Menurutnya, dengan kesembuhan sekarang ini berasal dari semangat untuk kembali sehat dan pikiran positif yang dibangun.
Selama menjalani perawatan, perempuan tersebut juga berbagi cerita tentang perawat yang merawatnya. Selain kakaknya, perawat juga memberi semangat kepadanya.
“Kesembuhan itu bergantung dari bagaimana cara berpikir kita, maka dari itu berfikirlah positif. Perawatannya dari tenaga medis sangat luar biasa. Mereka memenuhi kebutuhan kami. Para perawat juga memberi dukungan,” katanya.


Menurutnya tidak ada perlakuan khusus kepada pasien pertama yang positif di Kota Batu tersebut.
“Untuk teman-teman yang terkena Covid-19, semoga cepat sembuh dan bikin diri kalian bahagia dan berpikirlah positif. Jangan ada kepanikan bagi masyarakat cukup tetap di rumah,” tutupnya.


Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Batu drg Kartika Trisulandari menerangkan, selama perawatan memang tidak ada perlakuan khusus karena pasien tanpa gejala. Suplemen yang diberikan berupa asupan vitamin. Setelah menjelani hasil swab dan dinyatakan negatif, pasien pun pulang dari rumah sakit.
“Kita bersyukur pasien yang dulunya positif sekarang sudah sembuh, semoga video testimoni ini bisa menggugah semangat msayarakat, bahwa Covid-19 juga bisa disembuhkan. Karena tanpa gejala, jadi isolasi mandiri seperti biasa tidak ada perawatan khusus. Hanya ada asupa vitamin C,” pungkasnya (mg2/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Asra Bulla