Shinta Xenia Ananda, Pernah Down

Rabu, 03 Juni 2020

  Mengikuti :


Shinta Xenia Ananda, Pernah Down

Minggu, 05 Apr 2020, Dibaca : 1824 Kali

SITUASI membuat Shinta Xenia Ananda bangkit. Asalkan punya tekad, semangat dan upaya nyata meraih prestasi. Shinta, sapaan akrab alumnus STIE Malangkucecwara ini membuktikannya. Ia berhasil memotivasi diri sendiri dan meraih prestasi di tengah keluarga broken home.


Awalnya Shinta mengalami situasi menyedihkan ketika duduk di bangku SMA. Saat ulang tahun ke 17, orang tuanya berpisah. Akibatnya Shinta dipandang sebelah mata. Ia bahkan pernah dicibir orang.  
"Sempat down dan merasa malu dengan keadaan orang tua saya. Tapi kemudian saya sadar, dengan kondisi orang tua seperti itu, saya harus sukses. Jangan sampai anak broken home hanya dilihat tidak ada nilai positif,” tutur Shinta kepada Malang Post.


Sejak perceraian orang tuanya, Shinta berusaha mandiri. Berbagai pekerjaan ia lakoni seperti menjadi MC dalam acara dan bisnis dunia kecantikan yang saat ini dibangun bersama ibunya. Membagi waktu antara menempuh pendidikan kala itu dengan mengatur profesionalisme dalam pekerjaan merupakan hal utama yang harus diperhatikan.
“Memilih untuk menjalani status sebagai mahasiswa waktu itu serta sebagai seorang pekerja di waktu yang bersamaan. Namun, bermodalkan ikhlas dan tekad yang kuat, bisa melakoni semuanya,” kata Shinta yang kini tinggal bersama ibunya.


Tekad Shinta pun dibuktikan lewat prestasi. Dia lulus dari STIE Malangkucecwara dengan prestasi IPK cumlaude. Lulus sarjana dalam waktu masa studi 3,5 tahun.
"Hidup dalam keluarga broken home bukan alasan untuk menjadi amburadul, apalagi melakukan hal-hal yang bisa merusak masa depannya sebagaimana kebanyakan anak-anak broken home di luar sana,” jelasnya sembari tersenyum.


Menurut Shinta, Tuhan punya rencana indah pada setiap orang.  Jangan pernah merasa sendiri. Bahkan bila sedih bisa dilampiaskan dengan kegiatan positif. Misalnya jika suka foto-foto,  bisa dikembangkan di dunia fotografi dan model. Bila suka jalan-jalan, cobalah traveling.
“Hidup saya berbeda dari yang lain. Ketika teman-temansaya  berfoya-foya,  tapi saya tidak. Saya lebih berpikir bagaimana memanfaatkan peluang yang ada agar bisa menjadi uang asalkan halal,” lanjutnya.


Hari-harinya diisi dengan media sosial. Bahkan dua tahun berakhir, Instagram (IG) miliknya jadi pundi-pundi uang sebagai pendapatan tambahan dari endorse. Seperti endorse berbagai produk pakaian, kecantikan, hingga kuliner dan katalog.
Shinta mengaku menggeluti dunia foto endorse sejak masih mahasiswa. Awalnya, perempuan kelahiran 30 Juli 1998 itu suka dunia fotografi. Ia juga sering foto sendiri dan rajin posting di IG.
“Lama-lama followers nambah semakin banyak, sampai akhirnya ada komunitas fotografi di Malang menawarkan untuk menjadi model mempromosikan produk-produk yang akan dijual melaui online shop,” urai Shinta.


Ia berpesan kepada seluruh anak-anak muda yang bernasib sama dengannya agar tak berkecil hati. Jangan pernah menjadikan broken home sebagai alasan untuk hidup di jalan yang tidak benar. Hal itu justru harus dijadikan motivasi untuk bisa lebih sukses. Bahkan mematahkan persepsi orang banyak tentang anak-anak broken home. (mp4/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Agiem Cristian