MALANG POST - Siswa SD Insan Amanah Tetap Semangat Belajar

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Siswa SD Insan Amanah Tetap Semangat Belajar

Selasa, 21 Apr 2020, Dibaca : 2550 Kali

MALANG - Pandemi Covid-19 menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua orang. Peristiwa besar yang kini menjadi bencana nasional tersebut memberikan pelajaran kepada bangsa ini untuk siap dalam kondisi apapun untuk menghadapi kondisi yang tak terduga.
Termasuk untuk para akademisi dan mereka yang bergelut di lembaga pendidikan untuk memiliki second opinion. Sehingga ketika terjadi peristiwa seperti Covid-19 lembaga pendidikan mempunyai cara alternatif, yang tidak membuat kondisi semakin panik.


Hal itu yang diungkapkan oleh Kepala SD Insan Amanah, Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd., yang menurutnya, pandemi Covid-19 memberikan pelajaran besar untuk para pendidik.
“Ini peristiwa yang kita semua tidak menduga, ketika surat edaran Dinas Pendidikan kami terima minggu sore, yang memutuskan keesokan harinya seluruh siswa harus belajar dari rumah,” kata Dini, sapaan akrabnya.  
Keputusan mendadak itu, langsung menjadi perhatian buat guru-guru SD Insan Amanah. Dini mengaku, dirinya dan banyak guru tidak bisa tidur nyaman hingga berhari-hari. Sebab semua harus dilakukan dan dipersiapkan dalam waktu singkat.


Meskipun pada awalnya berjalan sporadis, namun SD Insan Amanah membangun langkah yang sistematis agar kedepannya bisa berjalan dengan baik. Setidaknya selama menjalani masa pandemi Covid-19.
Selama lima hari pertama siswa diberikan tugas kognitif yang begitu banyak. Bisa dibilang seratus persen kognitif. Orang tua yang menjadi guru di rumah pun kewalahan dan mulai mengeluh.

"Kami pun segera mengambil keputusan untuk mengatur konsep yang baru," katanya.


Di minggu pertama, Dini langsung membuat keputusan bahwa tugas pada siswa tidak boleh didominasi kognitif. Guru harus mengatur  kembali dengan terobosan-terobosan baru yang tidak memberatkan siswa dan orang tua. "Kami membuat prediksi jangka pendek, menengah dan panjang.  Prediksi jangka pendek, berakhir pada Bulan April, prediksi menengah Bulan Mei, dan prediksi jangka panjang Bulan Juli atau tahun baru," paparnya.
Keputusan tersebut, kata dia, sebagai antisipasi terjadinya kebijakan-kebijakan baru Dinas Pendidikan mengingat akhir pandemi Covid-19 masih belum bisa diprediksi.
"Ketika ada surat edaran baru untuk memperpanjang masa belajar di rumah, kami sudah siap dengan segalanya, bahkan hingga tahun ajaran baru konsep kami sudah matang," ujar Dosen UIN Maliki ini.


Konsep tersebut berupa kurikulum baru yang memuat sistem mengajar dan bekerja dari rumah. Dengan pola yang berbeda dari sekolah lain, SD Insan Amanah membuat porsi kognitif yang kecil. Dari 100 persen menjadi 50 persen. Bahkan memasuki pekan ketiga, kognitif lebih diperkecil lagi hingga tersisa 20 persen saja.
"Sisanya berkaitan dengan nilai spiritual, pendidikan karakter dan keterampilan hidup. Dan konsep ini membuat siswa yang sudah merasa jenuh di rumah menjadi senang serta meringankan tugas orang tua," terangnya.


Konsep kurikulum baru yang dibentuk SD Insan Amanah membuat siswa kembali bergairah. Mereka dapat berkreasi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Seperti menanam toga, membuat masker, poster, hand sanitizer dan sebagainya.
"Aktivitas itu menjadi lebih bermakna untuk anak-anak dan orang tua," pungkasnya. (imm/sir/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Imam Wahyudi