MalangPost - Sutiaji Datangi Kanwil BRI

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

Sutiaji Datangi Kanwil BRI

Jumat, 10 Jul 2020, Dibaca : 3690 Kali

MALANG - Merespons adanya karyawan BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Martadinata yang terpapar Covid-19, bahkan ada yang meninggal dunia, Walikota Malang, Sutiaji, akhirnya turun ke lapangan, Kamis (9/7/2020). Sutiaji ingin memantau dan mengevaluasi pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 di kantor bank itu.

Sutiaji datang di kantor bank itu bersama dengan perwakilan dari Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan dan Perwakilan Badan Musyawarah Perbankan. Berdasarkan

hasil swab menyatakan sebanyak tujuh karyawan BRI Martadinata positif Covid-19.

Begitu datang walikota langsung memantau gedung alternatif pelayanan yang berada di samping selatan gedung utama Kanwil BRI. Di tempat ini, Sutiaji melihat pelayanan terhadap masyarakat sudah sesuai dengan protokol Covid-19 atau belum. Ternyata pelayanan sudah sesuai dengan protokol Covid-19 yaitu penggunaan thermo gun, tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan pembatasan jumlah pengunjung yang masuk gedung, serta pengaturan jaga jarak.

Petugas pelayanan juga telah menggunakan masker dan pelindung wajah. Setelah itu, Sutiaji dan Humas Kanwil BRI, Arif Rahman, masuk ke gedung utama yang telah ditutup dan disterilkan dengan disinfektan pasca sejumlah karyawan BRI terpapar Covid-19. Ketika Sutiaji masuk ke gedung utama bersama Humas, wartawan dilarang ikut masuk oleh petugas keamanan tanpa memberi alasan.

"Saya minta hari Senin (14/7/2020-red) gedung utama dibuka karena sudah dilakukan sterilisasi,” ujar Sutiaji.

Usai mengunjungi gedung utama, Sutiaji melihat ATM yang berada di depan gedung utama berikut alat kebersiahan di ATM. Menurut Arif Rahman, di ATM BRI Kanwil Martadinata selalu disediakan handsanitizer dan alat kebersihan, tetapi fasilitas kesehatan itu kerap kali hilang karena dicuri.

Sutiaji menyarankan agar BRI Martadinata hanya mengoperasikan dua dari empat ATM yang ada di bank itu. Sutiaji juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, dan apabila ingin bertransaksi di BRI Kanwil Martadinata tetap bisa dilakukan secara normal dengan mentaati protokol kesehatan Covid-19. Humas BRI Kanwil Martadinata, Arif Rahman, menambahkan bahwa pelayanan di banking hall (gedung utama) menerapkan jaga jarak dan jumlah pengunjung dibatasi.

Arif mengungkapkan, bahwa dampak dari kejadian ini membuat lembaganya terganggu. Padahal,BRI ingin membantu untuk membangun perekonomian masyarakat.

"Kami ini kan fokus di nasabah mikro. Nasabah mikro kami yang ada di pasar-pasar dan pedagang-pedagang kecil tentu saat ini juga terdampak,” jelasnya. Ditambahkan Arif Rahman, BRI Kanwil Martadinata telah memberikan pinjaman kredit mikro di Malang Raya sebesarRp 3,5 trilliun dalam satu semester.

 

Panggil Pimpinan

Sehari sebelumnya yaitu Rabu (8/7/2020), Sutiaji memanggil pimpinan wilayah BRI Malang, Prasetyo Sayekti, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Sugiarto Kasmuri, dan Kepala BI Malang Azka Subhan, ke Balaikota Malang, terkait terpaparnya corona sejumlah karyawan BRI.

Sutiaji menjelaskan, data yang diterima Gugus Tugas Covid-19 Kota Malang ada tiga karyawan BRI Malang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, setelah dikonfirmasi ke Gugus Tugas Provinsi Jatim dan pihak BRI, ternyata ada tujuh pegawai BRI Malang yang terpapar, dan salah satunya meninggal.

 

Terkait kondisi ini, Sutiaji meminta masyarakat untuk tetap tenang karena tujuh orang yang terkonfirmasi positif itu telah dilakukan tindakan karantina tersendiri. BRI juga telah melakukan sterilasasi lokasi dan langkah-langkah lainnya. 

Disampaikan Sutiaji, kasus ini bermula dari satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia. PDP itu merupakan seseorang dari unsur pimpinan Bank BRI Martadinata Kota Malang.

Dia masuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 pada tanggal 26 Juni 2020. Kemudian PDP itu menjalani rapid test dan hasilnya pun non-reaktif. Tetapi pada tanggal 30 Juni 2020, PDP itu meninggal dunia, meski hasil swabnya belum turun. Baru di tanggal 1 Juli 2020, hasil swab pasien itu turun dan dinyatakan positif virus corona.

Lebih lanjut sudah ada koordinasi antara pihak BRI dan Satgas Covid-19 kota Malang dan operasional layanan bank bisa berjalan normal.Disebutkan juga bahwa gedung utama di Bank BRI Martadinata kini sedang disterilkan dalam beberapa hari ke depan. Sterilisasi itu dilakukan dengan cara menyemprotkan disinfektan ke seluruh ruangan.

Sejauh ini pihak BRI juga sudah melakukan swab kepada 200 karyawan di lingkungan kantor BRI Kanwil Cabang Malang, Jalan RE Martadinata, Kota Malang. Bagian pelayanan juga sudah dipastikan bebas dari COVID-19 setelah hasil swab keluar.

Sementara itu, saat ini Satgas COVID-19 Kota Malang masih menelusuri dari mana asal penularan COVID-19 yang menginfeksi para karyawan BRI itu. Hingga kini Satgas COVID-19 masih belum bisa menyimpulkan. Saat dilakukan tracing kepada karyawan yang sudah meninggal itu, yang bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota. Memang yang bersangkutan memiliki penyakit komorbid bawaan diabetes melitus (DM).

Sebagai langkah pencegahan, pihak BRI kini juga melakukan pembatasan untuk beberapa hal. Karyawan yang masuk kerja kini dibatasi hanya 30 persen saja setiap hari. Sementara sisanya melakukan pekerjaan dari rumah guna meminimalisir kemungkinan penyebaran. 

"Semua protokol standar pencegahan COVID-19 sudah kami lakukan. Jadi yang perlu diketahui bahwa yang kena ini bukan dari bagian operasional dan tidak ada hubungannya sama sekali," tegas Pemimpin Wilayah BRI Malang Prasetya Sayekti

Sementara Kepala BI Malang, Azka Subhan, menyampaikan sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menyebutkan secara spesifik bahwa uang bisa menjadi penyebab penularan Covid-19, meski pada dasarnya semua barang berpotensi menjadi perantara penularan. Karena itu, jika uang bisa menularkan Covid-19 tentu butuh penelitian lagi.

Selain itu bagian keuangan di masing-masing perbankan selama ini selalu mengedepankan protokol kesehatan. Untuk BI, setiap uang yang masuk ke BIselalu dikarantina selama 14 hari sebelum diedarkan ke masyarakat.

Beberapa bank juga menerapkan cara yang sama dan ada yang menerapkan cara lain untuk mengurangi penularan Covid-19. Untuk kasus BRIMalang yang terjangkit Covid-19, lanjut Azka, bukan dari bagian operasional tettapi unsur pimpinan, sehingga dia berharap penularan bukan berasal dari penularan uang.

Selama ini masing-masing manajemen perbankan telah menerapkan protokol kesehatan, karena memang selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Setiap perbankan dipastikan memiliki SOP masing-masing sesuai standar yang ditetapkan.(jof/nyk)

Editor : Redaksi
Penulis : Jofan