MalangPost - Tak Ada Penyemprotan Racun

Kamis, 13 Agustus 2020

  Mengikuti :

Tak Ada Penyemprotan Racun

Minggu, 22 Mar 2020, Dibaca : 10155 Kali

MALANG - Beredar sebuah informasi melalui media WhatsApp yang menyebut bahwa akan ada penyemprotan racun untuk virus Corona COVID-19 dari Malaysia dan Singapura dari udara. Dalam pesan tersebut terdapat himbauan agar tidak keluar malam lantaran mulai pukul 23.00 akan dilakukan penyemprotan racun  untuk virus corona.


Secara lengkap pesan yang ada di salah satu grup tersebut berbunyi
“Pemberitahuan bahwasannya nanti mlm pada pukul 23.00 wib agar kita tidak ada yg keluar rumah,jika ad menjemur pakaian atau makanan segera diangkat dibawa masuk,karena mulai pukul 23.00 wib akan ada penyemprotan racun untuk virus corona dari malaysia dan singapore melalui udara,bila besok pagi hujan jgn keluar rumah dulu sampai hujan berhenti..mohon beritahukan kepada keluarga,sahabat atau tetangga bapak ibu sekalian. Trima kasih”


Namun tak berselang lama, pesan tersebut diketahui Hoax atau merupakan berita palsu. Lantaran Markas Angkatan Tentera Malaysia Bahagian Hal Ehwal Awam-J7 telah melayangkan pernyataan resmi dengan judul Penularan Berita Palsu Covid-19. Dalam Kenyataan Media tersebut ditegaskan bahwa itu merupakan berita palsu dan meminta semua pihak berhenti menyebarkannya.


Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Hj Affendi bin Buang TUDM menegaskan bahwa berita yang sedang tular berkaitan “helikopter tentera khas akan menyembur racun perosak terhadap virus Corona di langit seluruh negara (dalam Bahasa Inggeris) merupakan berita palsu.
“Walaupun berita palsu ini tidak menyatakan dengan jelas jenis helikopter milik perkhidmatan samada Tentera Darat, Laut atau Udara namun penggunaan perkataan Tentera atau military serta hebahan maklumat yang tidak benar boleh mencetuskan suasana panik di kalangan masyarakat. Tambahan, ketika ini negara sedang dilanda isu wabak COVID-19,” tulisnya.


Ditegaskannya individu yang didapati menyebarkan berita palsu bisa didakwa di bawah Seksyen 233 Akta Komunikasi dan Multimedia (AKM) 1998.  Untuk itu masyarakat dihimbau agar tidak terpengaruh dengan berita yang dapat menimbulkan keresahan. (lin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Linda Epariyani