MalangPost - Tak Dilarang, Penjual Takjil Ramai

Selasa, 04 Agustus 2020

  Mengikuti :

Tak Dilarang, Penjual Takjil Ramai

Minggu, 26 Apr 2020, Dibaca : 2394 Kali

MALANG – Penjualan takjil selama bulan ramadan tidak dilarang oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Namun demikian, Pemkab Malang tetap mengimbau warga yang berjualan takjil maupun yang membeli takjil tidak berkerumun atau bergerombol dan tetap harus menggunakan masker. “Kalau ada yang bergerombol, harus dibubarkan,’’ kata Bupati Malang H. M Sanusi.


Sanusi mengatakan jika sejak awal pihaknya sudah menekankan kepada warga yang berjualan takjil untuk menerapkan sistem penjualan take away, dengan teknis berjualan berjarak. Baik itu dengan pedagang lain, maupun dengan pembelinya. Larangan bergerombol dan berkerumun selama pandemi Covid-19 telah tertuang dalam surat edaran Bupati Malang yang dikeluarkan beberapa waktu lalu.
“Kalau take away boleh. Tapi kalau bergerombol atau berkerumun tidak boleh,’’ ungkapnya.

   Baca juga : Penjual Takjil Pinggir Jalan Bakal Ditertibkan

Bupati juga mengatakan, pihaknya meminta seluruh camat dan Muspika untuk melakukan pengawasan. Tidak terkecuali  anggota Satpol PP wajib melakukan pengawasan.
“Sejauh ini memang tidak ada laporan terkait penjualan takjil yang menimbulkan kerumunan massa. Dan jika ada perintah saya pun tegas, yaitu dibubarkan,’’ ungkapnya.


Sementara Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firman Hasiholan Matondang mengatakan sejak hari pertama ramadan, pihaknya terus melakukan pengawasan di spot-spot penjualan takjil di wilayah Kabupaten Malang.  Dan sejauh ini tidak ada warga yang berkerumun.
“Ada satu dua  pembeli bergantian membeli takjil. Tidak bergerombol, semoga sampai nanti tetap begini,’’ ungkapnya.


Mando begitu Firmando Hasiholan Matondang akrab dipanggil menyebutkan, jika di Kabupaten Malang tidak ada pasar takjil. “Yang ada spot-spot saja. Itupun satu spot hanya ada beberapa pedagang dan pembeli juga paham, mereka beli langsung pulang,’’ urainya.


Satpol PP dikatakan Mando belum bisa membubarkan penjualan takjil, meskipun saat ini sedang Pandemi Covid -19. Itu karena belum ada larangan untuk berjualan takjil. “Kalau pembatasan jam berjualan ada. Tapi kalau dilarang  berjualan takjil, masih belum ada aturannya,’’ tandasnya.


Sementara dari pantauan Malang Post, salah satu spot penjualan takjil selama ramadan terlihat di Jalan Raya Mangliawan. Di depan Taman Wisata Wendit Water Park, tampak pedagang makanan berjajar.  Mereka berjualan mulai pukul 15.00. Sementara pembeli mulai berdatangan mulai pukul 15.30. Namun demikian, tidak sedikit dari mereka yang datang tidak menggunakan masker dan masih bergerombol. Seakan tidak ada ketakutan terkait penularan virus Corona. Para pembeli takjil terlihat asyik membeli meskipun tidak menggunakan masker.(ira/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Ira Ravika