MalangPost - Tak Menyerah, Yakin Virus Corona Akan Berlalu

Sabtu, 08 Agustus 2020

  Mengikuti :

Tak Menyerah, Yakin Virus Corona Akan Berlalu

Kamis, 23 Apr 2020, Dibaca : 11229 Kali

11 tahun mengelola Golden Heritage Koffie, Yurike Tedjakusmana ST tak menyerah begitu saja ketika usahanya mengalami penurunan omzet drastis selama diterjang Covid-19. Namun demikian ia tetap berusaha agar karyawannya tetap bekerja.


  Baca juga : Bertahan di Tengah Masa Sulit Pandemi Covid-19

 

14 karyawan Golden Heritage Koffie tetap bekerja seperti biasa. Tak ada satu pun di antara mereka yang dirumahkan. Itu karena Yurike memilih fokus terhadap kesejahteraan para pegawainya dibandingkan memikirkan rugi.
"Kesejahteraan karyawan menjadi fokus utama kami, caranya kami mengambil keputusan terus menjalankan operasional kafe atau tetap buka, meskipun saya tahu dengan pasti kalau akan mengalami kerugian di masa Pandemi ini," ungkap Yurike kepada Malang Post.

  Baca juga : Ikhlas Penuhi Hak Karyawan Walau Omzet Turun


Perempuan kelahiran Palembang 6 April ini memaparkan memang seharusnya ada pilihan untuk mengambil langkah aman dengan cara menutup operasional sementara waktu hingga Covid-19 hilang. Tujuannya  agar kerugian tidak melesat jauh. Namun Yurike teguh terhadap fokus utama yakni kesejahteraan karyawan.
Menurutnya dengan tetap mengoperasikan kafe maka semua pegawai dipastikan tetap bisa menerima gaji dan tidak kehilangan pekerjaan. Tak hanya itu, ia juga tetap memberikan hak karyawan dan tetap membagikan THR normal menjelang Lebaran sesuai komitmen Golden Heritage Koffie.
"Penurunan omzet bahkan jauh di bawah 50 persen namun kami tetap dengan komitmen kita untuk memberikan pekerjaan ke pegawai Golden Heritage Koffie, selama diizinkan untuk tetap buka (meskipun take away), akan tetapi buka meskipun resiko rugi," tegasnya.


Hal ini dilakukan sebab karyawan bukanlah bawahan melainkan mitra dan keluarga. Dari awal membuka kafe ia berkomitmen memberikan lapangan pekerjaan untuk mereka. Sampai sekarang komitmen tersebut dipegang teguh apapun yang terjadi termasuk kondisi rugi sekalipun.


Bagi Yurike itulah esensi dari integritas dan loyalitas sebenarnya yang perusahaan tujukan kepada karyawan. Pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini apabila ada seseorang sampai kehilangan pekerjaannya maka akan sangat fatal dampaknya.
"Kami tidak ingin itu terjadi atas karyawan-karyawan kami, seberapa yang mampu kami lakukan pasti akan kita kerjakan sepenuh hati dengan komitmen penuh," jelas Yurike.


Baginya urusan untung dan rugi sudah lumrah di dunia usaha. Ia percaya Tuhan bisa melihat dengan jelas esensi apa yang diperjuangkan hambanya saat ini. Akan ada masa badai yang suram namun perlu diingat pula badai itu pasti tidak bertahan selamanya dan sebentar lagi muncul pelangi indah pada waktunya.
Perempuan berkulit putih ini tak keberatan jika harus menutupi kerugian yang ada dengan menggunakan simpanan pribadi. Sebab pandemi Covid-19 diluar perhitungan semua orang di dunia, namun tetap dalam kontrol Tuhan.
"Ada hal baik yang akan kita terima namun sekaligus juga hal buruk harus terjadi seperti pandemi ini, kami tetap mengucap syukur bahwa pasti Tuhan selalu melindungi dan memelihara kami dengan sempurna," tutup Yurike.


Kesejahteraan karyawan Golden Heritage Koffie tidak hanya memastikan aman dari segi finansial melainkan juga sisi kesehatan. Misalnya dengan mengikuti anjuran pemerintah sejak awal surat edaran Wali Kota Malang diterbitkan. Yakni menutup layanan dine in dan hanya menerima order take away secara langsung maupun melalui Go/Grab Food hingga tunduk terhadap peraturan jam operasional mulai pukul 07.00-20.00.


Golden Heritage Koffie juga mewajibkan karyawan mengenakan masker kain saat beraktivitas, menyediakan hand sanitizer di depan kasir sebagai sarana hand hygiene bagi semua customer yang datang serta rutin membersihkan area kerja dan area kasir dengan disinfektan. Memproses pembuatan minuman dan makanan dengan higienitas tinggi dan mengunci kantong orderan Grab/GoFood  dengan cable ties. (lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Linda Elpariyani