Tambah Sico Lawan Corona

Rabu, 03 Juni 2020

  Mengikuti :


Tambah Sico Lawan Corona

Sabtu, 21 Mar 2020, Dibaca : 4647 Kali

PEMDA di Malang Raya memainkan strategi lanjutan di pekan depan untuk mencegah penyebaran virus corona (baca grafis,red). Warga diajak taat terhadap semua imbauan pemangku kebijakan. Karena tujuannya untuk kepentingan bersama. Jangan sampai virus asal Wuhan, China itu makin menyebar.
 

Di Kota Malang, aktivitas warga makin diperketat pekan depan hingga beberapa waktu mendatang.  Work from Home (WFH) yang menekankan bekerja bakal diatur dalam aturan resmi. Rumusan dan aturannya pun segera disiapkan. Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji melalui Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengatakan surat edaran (SE) Wali Kota Malang No 6 Tahun 2020 jadi pedoman aksi. “Pekan ini hingga beberapa pekan tetap kita maksimalkan pengawasan. Diperketat lagi,” tegas Wiwid, sapaan akrab Nur Widianto.
SE yang mengatur upaya pencegahan penyebaran virus corona itu disosialisasi lagi lalu
memperketat pengawasan. Seluruh tempat yang biasa mengundang keramaian akan dicek. “Jika masih ditemukan akan diberi teguran dan peringatan. Sambil kita tanya dulu apa sudah dapat surat edaran itu. Selanjutnya jika bandel akan ada tindakan tegas,” tegas Wiwid.
Selain Satpol PP Kota Malang, seluruh perangkat wilayah seperti lurah dan camat bergerak melakukan pengawasan di wilayah masing-masing. Jika ada kerumunan, apalagi lebih dari 30 orang agar segera diimbau untuk bubar.
 “Lalu akan ada pembuatan bilik disinfektan atau Sico (Sikat Corona) lebih banyak pekan depan,” tutur Wiwid.


Hal ini juga ditegaskan Sutiaji dalam pernyataannya di akun twitter resminya @sutiaji1964 belum lama ini. Usai sukses diuji coba di Balai Kota Malang pada Jumat (20/3) lalu, Sico dalam kurun waktu sepekan kedepan akan diproduksi lebih banyak.
Sico merupakan bilik keluar masuk yang dilengkapi alat penyemprot kabut disinfektan terhadap orang yang diwajibkan melewatinya.  “Sebelumnya saya sudah bertemu dengan Tim Percepatan dan meminta Fakultas Teknik Universitas Brawijaya membuat alat tersebut sebanyak 50 unit dalam sepekan ini. Alat yang diharapkan dapat menekan penyebaran virus corona itu akan dipasang di pusat keramaian dan pelayanan publik,” ungkap Sutiaji lewat Twitter miliknya.
Mulai pekan depan penyemprotan cairan disinfektan diperluas. Utamanya di gedung-gedung pelayanan publik Kota Malang. Sebelumnya sudah dilakukan di Balai Kota Malang, Gedung DPRD Kota Malang, hingga taman-taman kota.

 

Pemkot Batu Beli Makanan Pedagang Kecil
Satgas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kota Batu melangkah di
berbagai kebijakan segala sektor. Apalagi Malang Raya sudah ditetapkan sebagai zona merah.


Wawali Kota Batu, Ir Punjul Santoso MM mengatakan, beberapa upaya penanganan dampak Covid-19 yang membuat perekonomian lesu, terutama bagi pelaku usaha kecil telah dibicarakan. Pembahasan bersama Gugus Satgas Penanggulan Bencana Non Alam dan Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Batu.
"Mulai Senin (21/3) membeli produk makanan pelaku usaha kecil. Kemudian makanan tersebut dibagikan kepada petugas lapangan dan piket di kantor. Sehingga akan membantu pelaku usaha kecil tetap mendapat pemasukan," jelas Punjul kepada Malang Post, Sabtu (21/3) kemarin.
Kemudian lanjut dia, Bagian Kesra dan Dinsos akan memberikan bantuan bagi yang membutuhkan. Terutama insentif untuk orang lansia akan diberikan tiap tiga bulan masing-masing Rp 500 ribu dengan total 1.315 orang.
Juga bantuan bagi anak penyandang disabilitas sebanyak 175 dengan pemberian bantuan Rp 500 ribu untuk tiga bulan ini. Serta insentif bagi LVRI yang akan diberikan bantuan Rp 1 juta kepada 84 orang.
"Untuk PKH juga akan diberikan setiap tanggal 7-10 tiap bulan dengan ditransfer kepada 3.992 orang. Setiap orang akan mendapat Rp 200 ribu per orangnya," beber Wakil Ketua Satgas Penanggulan Bencana Non Alam dan Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Batu ini.


Karena mendekatai Bulan Ramadan,  lanjut Punjul, kemungkinan menggeser anggaran safari Ramadan ke orang-orang yang terdampak.
Begitu juga untuk urusan administrasi di pemerintah desa, instansi terkait diminta membantu administrasi pencarian dana desa. Sehingga pencairan Dana Desa (DD)/Alokasi Dana Desa (ADD)  tidak terkendala.
"Kami juga minta kades umendata orang-orang menganggur karena kerja di hotel dan tempat hiburan yang ditutup sementara. Kemudian kades bisa menggunakan anggaran DD/ADD untuk memberi pekerjaan bagi mereka yang menganggur dan mendapatkan penghasilan," beber Ketua PMI Kota Batu ini.


Tak hanya itu, Pemkot Batu  juga meminta agar tanggungan hutang warga di bank yang harus dibayar Maret bisa diangsur pada April atau mundur. Hal tersebut telah disampaikan ke OJK agar segera menyampaikannya ke pusat.
Berikutnya mereka yang menyewa stand-stand di tempat wisata besar seperti JTP Group agar tidak membayar penuh dalam waktu bulan Maret. Karena bisa dipastikan sejak pertengahan bulan ini sepi pengunjung dan ditutup akibat dampak Covid-19.

 

Razia Bawa Thermal Gun di Kabupaten Malang
Pemkab Malang tetap mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian dan rajin cuci tangan menggunakan sabun. Imbauan tersebut tetap akan didengungkan hingga pekan depan. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo. Pria yang ditunjuk sebagai juru bicara (jubir) penanganan Covid-19 ini mengatakan, dengan tidak bepergian keluar rumah  maka mengurangi kontak fisik dengan orang lain. Langkah ini sangat efektif untuk pencegahan.  
Langkah lain yakni razia ke tempat-tempat umum. “Untuk razia, kami bekerja sama dengan Satpol PP Kabupaten Malang. Bahkan nanti saat razia, petugas juga membawa Thermal Gun (alat pengukur suhu tubuh) sekaligus memeriksa suhu tubuh warga. Saat menemui warga yang suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat, disarankan agar langsung memeriksakan diri ke rumah sakit,’’ tambahnya.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga terus melakukan penyemprotan disinfektan ke area-area publik. Sejak Kamis (19/3) lalu, dikatakan Arbani, sudah banyak perkantoran  yang sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. (ica/eri/ira/van)  

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi