Tanaman Jeruk Dirusak, Petani Adukan Kades ke Polisi

Kamis, 28 Mei 2020

  Mengikuti :


Tanaman Jeruk Dirusak, Petani Adukan Kades ke Polisi

Jumat, 24 Apr 2020, Dibaca : 3987 Kali

MALANG – Perwakilan petani jeruk di Dusun Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang,  mendatangi Polres Malang, Jumat (24/4). Mereka yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Rejeki Selokerto, mengadukan kasus pengerusakan tanaman jeruk. Para petani melapor karena merasa dirugikan.


Purwati, salah satu perwakilan Kelompok Tani Sumber Rejeki Selokerto mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 150 juta. Pengerusakan tanaman jeruk dilakukan oleh beberapa oknum yang mengaku atas suruhan Kepala Desa Selorejo. Modus pengerusakan dengan memetik buah jeruk yang belum waktunya panen.
“Mereka yang memetik jeruk mengaku orang suruhan Kades. Alasannya bahwa lahan tanaman jeruk tersebut adalah milik BUMdes,” ucap Purwati.


Dikatakannya, bahwa jumlah petani yang tergabun pada Kelompok Tani Sumber Rejeki Selokerto sebanyak 102 orang. Selama ini mereka menyewa tanah bengkok seluas 25 hektare untuk ditanami jeruk. Setiap petani berkewajiban membayar sewa dengan besaran lahan yang digarap.
Atas kejadian pengerusakan tersebut, para petani sebenarnya sudah berusaha menemui Kades Selorejo. Namun Kades terkesan tidak peduli dengan laporan petani. “Kades tidak mau menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Kami hanya ingin kejelasan tentang status sewa. Kalau memang tidak boleh, kami minta ganti rugi masih memiliki hak atas lahan tersebut," terangnya.


Dalam pengaduannya, para petani tidak sendiri. Mereka dikawal oleh LSM LiRa Malang Raya yang akan mengawal terus kasusnya. Warga juga menyertakan bukti-bukti seperti video mengerusakan dan berkas administrasi lainnya.
Sementara itu, Kades Selorejo Bambang Soponyono ketika dikonfirmasi masih belum ada jawaban. Beberapa kali nomor ponselnya dihubungi tidak ada respon, meskipun terdengar nada panggil.


Sedangkan Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, mengatakan bahwa kasusnya masih proses penyelidikan. “Kami masih pelajari terlebih dahulu pengaduannya. Setelah itu baru akan memulai proses penyelidikan,” tegas Tiksnarto.(agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Redaksi