MalangPost - Tekan Penularan Corona, Korsel Anjurkan Indonesia Lakukan Tes Massal

Kamis, 06 Agustus 2020

  Mengikuti :

Tekan Penularan Corona, Korsel Anjurkan Indonesia Lakukan Tes Massal

Selasa, 21 Apr 2020, Dibaca : 5574 Kali

KORSEL- Korea Selatan menganjurkan pemerintah Indonesia segera melakukan pemeriksaan virus corona (Covid-19) dengan metode Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RTPCR) atau tes PCR secara massal.
Dalam webinar yang digagas Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI pada Selasa (21/4), anggota Majelis Nasional parlemen Korea Selatan, Kim Jin-pyo, menuturkan pemeriksaan cepat dan massal menjadi kunci keberhasilan membendung penyebaran corona. "Jika kita melakukan tes corona PCR sebanyak-banyaknya yang kita bisa itu akan sangat membantu petugas kesehatan melacak kasus-kasus corona yang terkonfirmasi. Itu juga bisa membantu orang-orang melakukan karantina mandiri (terutama para pesien yang terkonfirmasi)," kata Kim Jin-pyo dalam pertemuan virtual tersebut.
Ketua Komite Khusus Penanganan Virus Corona Parlemen Korea Selatan itu juga bercerita bahwa negaranya sempat menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi kedua di luar China. Sejak itu, Kim Jin-pyo menuturkan Korea Selatan mulai membangun sistem penanganan wabah corona hingga menerapkan pemeriksaan corona PCR massal demi menekan angka penularan.
"(Pemeriksaan massal PCR) merupakan metode terpenting untuk meminimalisir angka penularan kasus corona. Meski di awal pemeriksaan massal PCR terasa mengeruk biaya yang besar, tapi di akhir langkah ini bisa mengurangi bujet pemerintah dalam menanggulangi corona," kata Kim Jin-pyo.
Selain melakukan pemeriksaan massal, Kim Jin-pyo menekankan hasil pemeriksaan juga harus dilakukan dengan cepat. Menurutnya, kecepatan hasil pemeriksaan menjadi kunci utama lainnya agar petugas kesehatan bisa cepat menindak setiap pasien yang terkonfirmasi positif corona.
Sebagai contoh, Kim Jin-pyo menuturkan hasil tes PCR di Korea Selatan dapat diketahui dalam waktu enam jam dengan tingkat akurasi hingga 95 persen. "Bahkan sekarang hasil PCR bisa terlihat lebih cepat lagi. Jadi sangat akurat. Kecepatan adalah yang utama. Saat ini, melakukan tes sebanyak-banyaknya dengan tepat dan cepat adalah kunci bagi keselamatan semua orang," ujar Kim Jin-pyo.
Ketua BKSAP DPR RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa pemerintah juga telah berupaya melakukan tes pemeriksaan dan contact tracing semaksimal mungkin dalam membendung penularan corona. Ia menganggap banyak hal yang bisa dipelajari dari Korea Selatan dan negara-negara lainnya dalam menangani pandemi ini.
"Banyak yang bisa diambil dan dipelajari dari negara mitra-mitra kita ini terutama dari Korea Selatan. Sebagai informasi, pemerintah Indonesia juga telah mengembangkan aplikasi pedulilindungi untuk memonitor pergerakan sehingga mempermudah contact tracing," kata Fadli menanggapi masukan Korsel.
DPR RI juga mengapresiasi kiriman bantuan 50 ribu alat tes PCR dari Korea Selatan. Selain dari pemerintahan Presiden Moon Jae-in, puluhan ribu alat tes itu merupakan bantuan dari perusahaan Korsel seperti LG.
Indonesia memang menjadi salah satu negara dengan tingkat pemeriksaan tes yang rendah. Berdasarkan data Worldometer, Indonesia tercatat memiliki 6.760 kasus corona dengan 590 kematian per hari ini.
Sementara itu, berdasarkan data yang sama, pemerintah Indonesia baru melakukan 49.767 tes corona dari total 273 juta penduduknya. Dengan figur tersebut, Indonesia baru melakukan tes terhadap 182 orang per satu juta populasinya.
Jika dibandingkan dengan Korea Selatan, Negeri Ginseng itu telah melakukan 571.014 pemeriksaan corona. Figur itu menunjukkan Korea Selatan melakukan tes corona terhadap 11.138 orang per satu juta populasinya.
Sejak dua bulan terakhir, Korea Selatan berhasil menekan angka penularan corona dengan mencatat 10.683 kasus dan 237 kematian per hari ini. Kim Jin-pyo menuturkan Korea Selatan mampu melakukan 3.000 tes corona setiap harinya. (cnn/det/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net