Tempat Relokasi Ideal Dekat Pintu Tol Lengkap dengan Area Parkir

Kamis, 28 Mei 2020

  Mengikuti :


Tempat Relokasi Ideal Dekat Pintu Tol Lengkap dengan Area Parkir

Rabu, 19 Feb 2020, Dibaca : 4494 Kali

RELOKASI sementara pedagang merupakan faktor penting dalam pembangunan Pasar Lawang. Tempat berdagang sementara harus disiapkan secara matang. Apalagi PT Industri Sandang Nusantara (Persero) telah menolak lahan eks pabrik tekstil milik perusahaan itu dijadikan tempat relokasi.

Tempat relokasi pedagang merupakan hal penting yang harus dibicarakan sejak awal. Sebab berkaitan dengan nasib pedagang  dan pembeli selama pembangunan Pasar Lawang berlangsung.
Lurah Lawang Murtadji angkat bicara dalam diskusi yang digelar di Graha Malang Post Jumat (14/2) lalu. Dia mengatakan, secara geografis, Pasar Lawang berada di wilayah Kelurahan Lawang, Kecamatan Lawang. Secara administratif berada dalam wilayah kepemimpinannya. Lantaran itu, Murtadji selalu diundang saat rapat membahas tentang pembangunan Pasar Lawang.
“Kalau yang pertama dulu, saya sedikit kecewa. Dulu Ibu Panta (Pantjaningsih Sri Rejeki mantan Kepala Disperindag) mengatakan sebelum ada relokasi pedagang yang terdampak kebakaran dibentuk Satgas dulu,” katanya. Tapi kenyataannya berbeda.  “Ternyata tidak ada pembentukan satgas dan relokasi langsung dilakukan di Jalan Panglima Sudirman. Ada beberapa penolakan saat itu. Kami tidak mau itu terjadi lagi,” sambungnya.
Murtadji menjelaskan, kini terus berupaya yang terbaik, terkait program pembangunan tersebut. Apalagi dia merupakan warga asli Lawang. “Saat rapat pertama, langsung membahas relokasi pedagang. Awalnya tempat relokasi yang dipilih di Jalang Panglima Sudirman, Jalan Mangunsidi, Jalan Tawang Argo, sampai Pujasera Lawang. Terus terang, semuanya saya tidak setuju,’’ bebernya.
Dia mengatakan empat tempat rencana relokasi pedagang  ini dikelilingi lembaga pendidikan. Mulai dari tingkat SD, SMP sampai SMA. “Sempat berhembus, jika sampai relokasi menggunakan tempat yang diusulkan itu, maka para siswa akan menduduki gedung dewan. Kami tidak mau itu terjadi,’’ tambah Murtadji.
Setelah beberapa kali berpikir, akhirnya Murtadji mengusulkan relokasi dilakukan di eks Pabrik tekstil Patal milik PT ISN (Persero). Tempat ini dipilih karena representatif.  Apalagi luas lahan eks pabrik tekstil ini 11 hektare. Selain itu sudah ada gedung dengan lahan parkir yang luas. Pertimbangan lain dekat pintu tol. Kondisi ini memungkinkan Pasar Lawang di tempat relokasi tetap ramai dikunjungi. “Sosialisasi nanti dapat menggunakan papan petunjuk. Sehingga mudah,’’ ungkapnya.
Murtadji mengaku awalnya usulan yang dilontarkan tersebut ditentang pedagang. Namun pedagang belum bisa menunjukkan tempat yang representatif ketika diminta mencari lokasi alternatif.
“Dari pada di Lapangan Desa Ketindan, meskipun tanah bengkok, tapi jauh dan tidak representatif. Makanya Patal yang dipilih,’’ katanya. Kini diserahkan kepada Disperindag Kabupaten Malang.
Ketua Tim Pembangunan Pasar Lawang, Arifin yang hadir dalam diskusi ini juga memberikan pendapatnya. Dia mengatakan, tim pembangunan Pasar Lawang bertugas mesosialisasikan pembangunan kepada para pedagang. Tim pembangunan Pasar Lawang dibentuk oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan.  “Kami ikut mensosialisasikan kepada pedagang,’’ katanya.
Pakar Ekonomi Universitas Brawijaya, Nugroho Suryo Bintoro SE, M.Ec.Dev. Ph.D setuju Pasar Lawang dibangun  meskipun dengan syarat. Nugroho mengatakan, pembangunan Pasar Lawang ini tidak hanya untuk wilayah Kabupaten Malang. Tapi untuk Malang Raya. Karena menurut dia baik Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu, merupakan satu kesatuan, dan saling mendukung satu dengan yang lainnya.
Khusus Pasar Lawang, ia mengatakan luar biasa. Pasar Lawang berada di jalan nasional, dengan waktu operasional 24 jam. Perputaran uang di pasar ini  sangat besar.  “Pasar Lawang menjadi pasar daerah yang sangat kuat. Pasar ini akan semakin kuat jika didukung dengan sektor lain, contohnya Pariwisata,’’ katanya.
Menurut Nugroho, dengan mengusung pariwisata pada pasar ini, maka kunjungan di Pasar Lawang makin meningkat. “Yang dibutuhkan dukungan. Tidak hanya masyarakat, tapi juga pemerintah daerah. Jika semuanya dijalankan bersama-sama, Pasar Lawang maju pesat,” pungkasnya. (ira/van)  

Editor : Vandri Battu
Penulis : Ira Ravika