Temuka tiga Rangka Motor Matic di Hutan

Minggu, 20 Oktober 2019

Senin, 16 Sep 2019, dibaca : 1158 , halim, rdb

HASIL KEJAHATAN: Polisi menemukan rangka dan puluhan plat nomor polisi di hutan di Dusun Ketondo Desa Karangjati Kecamatan Lumbang Kabupaten


PASURUAN – Upaya kepolisian untuk melacak komplotan begal dan curanmor di wilayah Pasuruan, terus dilakukan. Setelah penggerebekan di Desa Plososari Kecamatan Grati yang hanya menghasilkan belasan unit motor beberapa waktu lalu, polisi kembali menelusuri keberadaan pelaku.
Penyelidikan yang berlangsung Jumat (13/9) siang itu juga masih digelar di lokasi yang sama. Yakni di Desa Plososari Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Kali ini, Tim Resmob Suropati di-backup seluruh unit reskrim polsek jajaran Polres Pasuruan Kota.
“Sasarannya memang para pelaku. Penyisiran kami lakukan di dua tempat. Pertama, di Dusun Sumbersuko lalu bergeser ke Dusun Tanah Celeng,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.
Puluhan anggota polisi itu mengendarai motor trail menjelajahi area hutan yang diduga tempat persembunyian para pelaku. Sayangnya tak satupun pelaku yang ada dua lokasi itu. Polisi lalu menelusuri tempat lain.
Penyisiran akhirnya dilanjutkan di kawasan hutan di Dusun Ketondo Desa Karangjati Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan. Di sanalah rupanya tempat komplotan pelaku menyembunyikan kendaraan hasil rampasan. “Yang kami temukan sudah dipreteli, kemungkinan spare parts-nya dijual terpisah,” kata Slamet.
Lantaran itu, polisi hanya menemukan beberapa kerangka motor. Polisi juga sempat kesulitan mengakses hutan tersebut. Sebab letak barang-barang hasil curian itu berada di bawah tebing-tebing. Tak ayal, polisi harus turun dari motor. Mereka berjalan kaki, naik-turun tebing untuk mengamankan barang-barang itu. “Totalnya ada tiga rangka motor, jenis matik,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, polisi juga mengamankan sebuah helm, beberapa plat nomor polisi motor maupun mobil, sebuah bak mobil pikap, selembar karpet mobil dan beberapa potong karpet mobil berbeda jenis. “Diduga, hasil kejahatan itu disimpan dan dipreteli di sana sebelum dijual spare parts-nya,” ucap dia.
Tak hanya itu, hutan itu juga menjadi semacam ‘gudang senjata’ komplotan pelaku. Buktinya, banyak bahan peledak berupa bondet yang ditemukan. Slamet menyebut, mulanya petugas menemukan sebuah tas. Setelah dicek, ternyata isinya bondet. “Lantas kami telusuri di sekitarnya,” terangnya.
Benar saja, polisi kembali menemukan sebungkus plastik berisi sumbu, dan bekas kaleng cat berisi sekitar 15 bondet. “Semuanya kami amankan di mapolres lebih dulu. Tapi penyelidikan tetap kami lakukan untuk mencari para pelakunya,” pungkasnya.(rdb/lim)



Loading...